Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

NasDem Sebut Surya Paloh Syok Saat Tahu Penyadapan Ilegal Terhadap Prabowo

NasDem mengungkap respons Surya Paloh usai mengetahui kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.

Detik 2 menit baca 0 komentar
NasDem Sebut Surya Paloh Syok Saat Tahu Penyadapan Ilegal Terhadap Prabowo
Foto: Detik

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi XII DPR dari fraksi NasDem Sugeng Suparwoto mengungkap respons Ketum NasDem Surya Paloh usai mengetahui kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Dia menyebut Paloh syok.

"Pak Surya telepon saya, saya sampaikan, Pak Surya pun syok. Speechless sampai tingkat itu. Ini tidak masuk dalam logika dan nalar apa pun," kata Sugeng di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2026).

Sugeng mengatakan Paloh sedang berada di Turki untuk menerima penghargaan saat mendengar kabar penyadapan ilegal terhadap Prabowo, tokoh politik hingga pengusaha. Dia mengatakan NasDem mendukung pemerintah menuntaskan kasus tersebut.

"Nah kembali kepada sadap menyadap ini, ini di luar nalar kita semua, di luar kesadaran kita semua baik sebagai rakyat biasa maupun apalagi kami-kami di dunia politik. Nggak ketemu nalar sama sekali. Maka ini sudah kejadian, maka kita dukung pemerintah untuk menuntaskan itu," kata Sugeng.

Dia mengatakan motif dalam kasus itu harus diusut. Dia mengatakan pengusutan kasus secara tuntas penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

"Apa motifnya dan sebagainya. Supaya apa? Masyarakat terjelaskan secara baik. Karena apa? Ini kan bisa menimbulkan distrust ke sana ke mari. Padahal dalam situasi hari ini kita membutuhkan soliditas masyarakat bangsa ini," kata Sugeng.

Sebagai informasi, Polri telah menetapkan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo dan sejumlah tokoh. Selain Sigit, Polri juga menetapkan Irjen Ahrie Sonta dan Irjen Eko Hadi Santoso sebagai tersangka.

Dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo itu terjadi sejak 2025. Prabowo kemudian memecat Sigit dari jabatan KSP pada Rabu (4/11).

(haf/haf)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.