Jakarta -
Insiden penembakan terjadi di alun-alun Krakow, kota terbesar kedua di Polandia. Enam orang tewas dalam peristiwa tersebut dengan rincian empat perempuan dan dua laki-laki. Sebelumnya, korban tewas berjumlah lima orang.
"Satu lagi korban luka dalam insiden di Alun-alun Pasar Utama (Main Market Square) Krakow telah meninggal dunia. Kini total korban tewas berjumlah enam orang: empat perempuan dan dua laki-laki," tulis pihak kepolisian melalui platform X.
Kronologi
Seorang pria tiba-tiba menembaki warga di pusat wisata Krakow, kota terbesar kedua di Polandia. Penembakan itu menyebabkan lima orang tewas dan belasan lainnya terluka.
"Seorang pria mengendarai mobil ke alun-alun utama Krakow dan mulai menembaki orang-orang secara acak," ujar juru bicara kepolisian Krakow, dilansir AFP, Sabtu (7/11/2026).
"Akibat insiden tersebut, lima orang tewas dan sekitar belasan lainnya mengalami luka-luka," lanjut dia.
Pelaku Penembakan Kritis
Pelaku penembakan telah "dilumpuhkan dan ditembak" oleh petugas kepolisian, lalu dilarikan ke rumah sakit.
Kepolisian wilayah Polandia Kecil menyatakan melalui platform X bahwa terdapat petugas kepolisian di antara mereka yang terluka.
Aparat penegak hukum Polandia memperketat pengamanan di sekitar sebuah gedung apartemen di Ostrowiec Swietokrzyski, Polandia, Sabtu (7/11/2026). Lokasi tersebut diketahui merupakan tempat tinggal seorang pelaku penembakan yang menewaskan beberapa orang di Kota Krakow, wilayah selatan Polandia. (Foto: REUTERS/Kacper Pempel) |
Menurut pihak berwenang, tujuh belas orang-termasuk dua petugas kepolisian dan pelaku penembakan-mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.
Polisi dan seorang pejabat setempat mengungkapkan bahwa orang tua serta saudara perempuan dari tersangka yang berusia 24 tahun itu ditemukan tewas di kediaman mereka. Sementara itu, sang tersangka saat ini masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Pelaku Penembakan Terobsesi Ideologi Sayap Kanan
Enam orang tewas imbas penembakan yang dilakukan seorang pria dari dalam sebuah mobil di Krakow, Polandia. Pelaku penembakan itu disebut terobsesi ideologi sayap kanan.
"Pelaku penembakan yang menewaskan enam orang di pusat kota bersejarah Krakow-kota terbesar kedua di Polandia-diketahui terobsesi dengan ideologi sayap kanan," ujar Menteri Dalam Negeri Polandia, Marcin Kierwinski, dilansir AFP, Minggu (8/11/2026).
Kierwinski mengatakan pelaku memiliki pandangan yang sangat radikal. Ia menyebut sejumlah senjata bahkan ditemukan di dalam mobil yang dikendarainya.
"Segala indikasi menunjukkan bahwa pelaku memiliki pandangan yang sangat, sangat radikal. Sejumlah senjata ditemukan di dalam mobil yang ia kendarai," ucap Kierwinski.
Lebih lanjut, Kierwinski menambahkan pelaku terobsesi dengan ideologi sayap kanan. Belum jelas apa ideologi yang dimaksud tersebut.
"Semuanya mengarah pada kesimpulan bahwa ia terobsesi dengan ideologi sayap kanan," ujar dia.
Aparat penegak hukum Polandia memperketat pengamanan di sekitar sebuah gedung apartemen di Ostrowiec Swietokrzyski, Polandia, Sabtu (7/11/2026). Lokasi tersebut diketahui merupakan tempat tinggal seorang pelaku penembakan yang menewaskan beberapa orang di Kota Krakow, wilayah selatan Polandia. (Foto: REUTERS/Kacper Pempel) |
Polandia Tetapkan Masa Berkabung 2 Hari
Penembakan di alun-alun Krakow, kota terbesar kedua di Polandia menewaskan enam orang. Polandia menetapkan masa berkabung nasional selama dua hari dan keamanan semakin diperketat.
Dilansir Reuters, Minggu (8/11/2026), serangan yang terjadi pada hari Sabtu (7/11) di alun-alun utama kota yang bersejarah itu begitu mengejutkan. Sebab, Polandia selama ini dianggap lebih aman dibandingkan banyak negara tetangganya di Eropa Barat.
Peristiwa ini semakin meningkatkan kekhawatiran publik, menyusul serangkaian insiden penusukan di sekolah pada bulan Oktober lalu yang oleh pihak berwenang dikaitkan dengan konten ekstremis di dunia maya.
Di Krakow, alun-alun pasar utama di kota tua beserta jalan-jalan di sekitarnya ditutup; polisi hanya mengizinkan pekerja sektor esensial untuk melintas. Banyak kafe di sekitar lokasi tutup, dan bendera di balai kota dikibarkan setengah tiang. Warga yang berduka meletakkan lilin di beberapa titik di area tersebut
Tradisi tiupan terompet dari Gereja St. Mary di alun-alun itu dihentikan selama 12 jam untuk mengenang para korban tewas. Kantor berita negara PAP melaporkan bahwa ini merupakan pertama kalinya tradisi tersebut dihentikan sejak tahun 1939.
Aparat penegak hukum Polandia memperketat pengamanan di sekitar sebuah gedung apartemen di Ostrowiec Swietokrzyski, Polandia, Sabtu (7/11/2026). Lokasi tersebut diketahui merupakan tempat tinggal seorang pelaku penembakan yang menewaskan beberapa orang di Kota Krakow, wilayah selatan Polandia. (Foto: REUTERS/Kacper Pempel) |
Di ibu kota Warsawa, pihak kepolisian menyatakan mereka telah memperketat pengamanan di area-area ramai yang sering dikunjungi wisatawan. Penghalang jalan dipasang di ruas-ruas jalan yang menuju ke Krakowskie Przedmiescie, sebuah kawasan bersejarah di pusat ibu kota.
Di kota asal tersangka, Ostrowiec Swietokrzyski-yang terletak sekitar 200 km (124 mil) di sebelah utara Krakow-polisi mengonfirmasi penemuan jenazah orang tua dan saudara perempuan tersangka, seraya menambahkan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung.
"Kemarin, sebelum pukul 22.00, kami menemukan jenazah tiga orang-seorang pria berusia 53 tahun serta dua wanita berusia 52 dan 21 tahun-di sebuah apartemen yang berlokasi di sebuah bangunan hunian di pusat kota Ostrowiec Swietokrzyski," tulis pihak kepolisian melalui platform X.
(kny/knv)