Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

NNCC China Apresiasi Polri Bongkar Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh: Operasi Terbesar

NNCC Tiongkok apresiasi kerja sama dengan Polri dan BNN dalam membongkar laboratorium sabu 1,2 ton di Aceh. Kerja sama ini penting untuk pemberantasan narkotika

Detik 3 menit baca 0 komentar
NNCC China Apresiasi Polri Bongkar Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh: Operasi Terbesar
Foto: Detik

Jakarta -

Komisi Nasional Pengendali Narkotika Tiongkok (NNCC) mengapresiasi kerja sama dengan Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai dalam membongkar laboratorium rahasia 1,2 ton sabu di Aceh. Operasi gabungan ini disebut sebagai penanganan kasus narkotika terbesar yang dilakukan pihak Tiongkok bersama negara lain.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal NNCC, Lan Weihong, usai bertemu dengan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Pertemuan keduanya membahas penguatan sinergi dalam membongkar sindikat laboratorium narkotika di Pidie, Aceh itu.

"Kasus ini adalah kasus penyelundupan narkotika yang sangat besar yang ditangani pihak Tiongkok bersama negara lain, dengan tersangka penangkapan terbanyak dan pemutusan rantai kejahatan yang terutuh," kata Lan Weihong kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).

Dia menjelaskan operasi itu bermula dari pelacakan sindikat narkotika cair di kawasan Asia Tenggara sejak setahun lalu. Dari situ diketahui Indonesia menjadi salah satu target negara penyelundupan barang haram tersebut

"Pada bulan Oktober tahun 2025, pihak pengendalian narkotika di Tiongkok menemukan clue yang penting dari satu kelompok kejahatan yang terkait dengan penyelundupan narkotika yang cair di daerah Myanmar, Thailand, dan Laos," ujar Lan Weihong.

"Dengan penyelidikan selama satu tahun yang intensif, memang kami sudah mengetahui kondisi kelompok kejahatan ini sudah mengirimkan narkotika cair dari daerah Myanmar, Thailand, Laos, sudah beberapa kali melakukan penyelundupan dan pengiriman ke Indonesia," ungkapnya.

Temuan intelijen tersebut kemudian dikoordinasikan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) pada September lalu. Kemudian disepakati kerja sama memberantas tindak pidana narkotika lintas negara.

"Dan pada bulan September tahun ini, NNCC Tiongkok sudah melaporkan informasi tersebut kepada BNN Indonesia. Dan kedua belah pihak menentukan melakukan kerja sama itu bisa bersama-sama memberantas tindak pidana narkotika lintas negara," terang Lan Weihong.

Dari sinergi tersebut Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai membongkar laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika yang berlokasi di Pidie, Aceh pada Rabu (21/10/2026). Disebutkan lab itu merupakan yang terbesar di Indonesia.

Dari operasi tersebut, tim gabungan di Indonesia menangkap 10 orang tersangka dan otoritas Tiongkong berhasil menangkap tujuh orang terkait kasus itu.

"Pihak Indonesia sudah menangkap tersangka 10 orang, kalau pihak Tiongkok sudah menangkap 7 orang di Tiongkok," imbuhnya.

Serangkaian operasi terkoordinasi tersebut, lanjut Lan Weihong menegaskan keseriusan pihaknya dalam memberantas narkotika. "Dan ini juga sangat memberikan contoh dan juga menyatakan kami memang serius dalam memberantas narkotika di kawasan ini," lanjunya

Lan Weihong menegaskan pentingnya kesinambungan mekanisme bilateral, terutama terkait pertukaran informasi intelijen dalam memutus peredaran gelap narkotika antarnegara.

"Memang dengan mekanisme komunikasi bilateral yang selama ini kita selalu saling berbagi informasi intelijen dan melakukan operasi gabungan, ini terus memberantas jaringan penyelundupan dan pengiriman narkotika antarnegara dan ini mencapai hasil yang nyata," ungkap Lan Weihong.

Dia menyatakan kerja sama penegakan hukum dengan Indonesia tidak akan berhenti pada pengungkapan laboratorium 1,2 ton sabu di Aceh.

"Saya percaya kerja sama pemberantasan narkotika antara Tiongkok dan Indonesia akan memberikan kontribusi yang lebih besar kepada keamanan publik di kedua negara kita dan juga kesejahteraan rakyat kita, supaya bisa memberikan contoh dan juga peran untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan dan pengendalian narkotika di kawasan Asia Tenggara," pungkasnya.

(ond/yld)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.