JawaPos.com - Pemadaman kebakaran di lahan gambut seluas satu hektare bisa membutuhkan jutaan liter air. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menekankan pentingnya ketersediaan pompa air di kawasan rawan kebakaran, terutama yang berdekatan dengan permukiman warga untuk mengatasinya.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Fauzan Adziman mengatakan, kebutuhan air untuk memadamkan kebakaran gambut sangat besar. Berdasarkan penjelasan para pakar yang dihimpun, satu kilogram lahan gambut yang terbakar saja membutuhkan sekitar enam liter air untuk pemadaman.
“Jadi, air yang dibutuhkan sangat banyak, apalagi kalau lihat satu hektare, misalkan. Perhitungan dari peneliti kita dari guru besar UI, itu menyampaikan bisa sampai jutaan liter yang dibutuhkan,” ujar Fauzan kepada wartawan, Senin (2/11).
Ia membeberkan, ketika kebakaran sudah terjadi, salah satu upaya yang dinilai efektif untuk menangani kebakaran gambut adalah memanfaatkan sumber air di bawah permukaan tanah.
Untuk mendukung upaya tersebut, diperlukan pemetaan sumber air sekaligus penyediaan pompa di kawasan yang berdekatan dengan masyarakat.
“Kalau sudah jadi kebakaran, yang paling efektif dari hasil kalau itu lahan gambut, itu pemahaman bagaimana menggunakan air yang ada di bawah,” jelasnya.
Fauzan menuturkan, keberadaan pompa perlu diprioritaskan di kawasan hutan yang dekat dengan desa atau permukiman. Sementara itu, penanganan kebakaran di lokasi yang jauh dari masyarakat menjadi tantangan tersendiri karena akses terhadap sumber air dan peralatan pemadaman lebih sulit.
“Jadi kita mulai sekarang memahami di daerah mana yang dekat dengan masyarakat, itu supaya ada pompa-pompa, paling tidak,” katanya.
Namun, Fauzan mengakui upaya pemanfaatan air bawah permukaan tidak mudah dilakukan di tengah kondisi El Nino yang masih berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi membuat permukaan air tanah semakin dalam sehingga sumber air yang sebelumnya mudah dijangkau menjadi lebih sulit diakses.
Namun, menurutnya, pemanfaatan sumber air yang tersedia tetap menjadi salah satu langkah penting untuk mengendalikan kebakaran gambut, setidaknya agar api tidak meluas hingga menjangkau kawasan permukiman warga.