Tulungagung -
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tulungagung studi referensi ke Wonosobo dengan anggaran APBD mencapai Rp 50 juta. Kegiatan itu mayoritas berisi kunjungan ke sejumlah tempat pariwisata hingga kulineran yang menjadi sorotan publik.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Dharma Wanita Persatuan Tulungagung studi referensi ke Wonosobo dengan APBD Rp 50 juta. Kegiatan itu mayoritas kunjungan ke tempat wisata hingga kulineran.
Tulungagung -
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tulungagung studi referensi ke Wonosobo dengan anggaran APBD mencapai Rp 50 juta. Kegiatan itu mayoritas berisi kunjungan ke sejumlah tempat pariwisata hingga kulineran yang menjadi sorotan publik.
Dalam 2 unggahan video di akun media sosial Instagram dwp_kab.tulungagung, rangkaian agenda yang diikuti anggota DWP Tulungagung itu digelar pada 19-21 Oktober 2026. Dalam keterangan unggahan ditulis secara rinci sejumlah kegiatan para istri ASN.
Pada hari pertama agenda rombongan DWP mengunjungi sejumlah destinasi wisata seperti Pintu Langit, Kawah Sikidang, dan Telaga Menjer. Rombong juga mengikuti gala dinner yang digelar di Dipayana Cafe.
"Diawali dengan Pintu Langit yang menyuguhkan panorama alam indah dengan suasana sejuk dan menenangkan. Perjalanan berlanjut ke Kawah Sikidang, dengan pengalaman menaiki jeep," tulis admin medsos DWP Tulungagung, seperti dilansir detikJatim, Jumat (23/10/2026).
Sementara itu hari kedua, rombongan DWP Tulungagung berkunjung ke Kantor Bupati Wonosobo untuk mengikuti rangkaian inti berupa studi referensi. Dalam keterangan tertulis, rombongan Tulungagung diterima oleh DWP Wonosobo. Layaknya agenda kunjungan pemerintahan, kegiatan seremonial itu berupa sambutan menjadi agenda wajib.
"Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, penyerahan cenderamata, foto bersama dan ramah tamah sambil menikmati kuliner khas Wonosobo, seperti mie ongklok, soto golak, dan tempe kemul," lanjut admin dalam keterangan di akun DWP Tulungagung.
Usai kegiatan inti, rombongan DWP Tulungagung melanjutkan perjalanan ke pusat oleh-oleh Dinasty untuk berburu buah tangan khas Wonosobo.
"Kemudian menuju Solo untuk menikmati makan malam dengan sate kambing Pak Manto sebelum kembali ke Kabupaten Tulungagung," tulis admin.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung memberikan klarifikasi terkait ramainya sorotan publik itu. Pemkab memastikan penganggaran kegiatan tahunan tersebut ditujukan untuk penguatan kelembagaan organisasi.
Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Tulungagung, Makrus Manan, membenarkan kegiatan istri para pejabat ASN tersebut dialokasikan melalui dana APBD dengan nilai sekitar Rp 50 juta.
"Biasanya itu kegiatan tahunan. Seingat saya dianggarkan Rp 50 juta," kata Makrus Manan saat dikonfirmasi.
Makrus menjelaskan alokasi anggaran tersebut diperuntukkan bagi pelaksanaan agenda DWP dalam memperluas jejaring kelembagaan serta mempelajari tata kelola organisasi di daerah lain, dalam hal ini DWP Kabupaten Wonosobo.
"Pengembangan dan penguatan terhadap organisasi," singkatnya menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Baca selengkapnya di sini dan di sini
(idh/dhn)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.