Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Paus Leo Memulai Lawatan ke Amerika Selatan Selama 12 Hari

Paus Leo memulai lawatan hampir dua pekan ke Uruguay, Argentina, dan Peru. Kunjungan ini berlangsung di tengah menurunnya jumlah umat Katolik di Amerika Latin.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Paus Leo Memulai Lawatan ke Amerika Selatan Selama 12 Hari
Foto: Detik

Roma -

Pesawat yang membawa Paus Leo XIV bertolak dari Roma pada Jumat (6/11) menuju Amerika Selatan. Perjalanan tersebut menandai dimulainya rangkaian kunjungan Paus selama hampir dua pekan ke tiga negara di kawasan itu.

Setelah menempuh penerbangan selama 13,5 jam, Paus dijadwalkan tiba di Uruguay. Ia akan berada di negara tersebut selama tiga hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Argentina dan Peru.

Paus berusia 71 tahun kelahiran Amerika Serikat (AS) itu saat ini masih dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi kanker paru-paru tiga pekan lalu.

Amerika Latin merupakan tempat tinggal sekitar 40 persen dari total 1,4 miliar umat Katolik di dunia. Namun, jumlah penduduk di kawasan tersebut yang mengidentifikasi diri sebagai umat Katolik terus menurun.

Apa agenda Paus Leo di Uruguay?

Uruguay menjadi negara pertama yang dikunjungi Paus Leo XIV dalam lawatannya. Negara ini dikenal sebagai salah satu negara paling sekuler di Amerika Latin.

Uruguay merupakan negara pertama di dunia yang melegalkan penggunaan ganja untuk tujuan rekreasi. Negara tersebut kemudian juga melegalkan aborsi, pernikahan sesama jenis, dan bantuan medis untuk mengakhiri hidup. Kebijakan-kebijakan itu bertentangan dengan sikap Gereja Katolik.

Meski demikian, antusiasme masyarakat menyambut kunjungan Paus Leo XIV terbilang mengejutkan. Tiket untuk acara doa bersama yang akan dipimpin Paus di Stadion Centenario, Montevideo, bahkan habis terjual hanya dalam dua hari.

Agenda kunjungan Paus Leo XIV akan diawali dengan pertemuan bersama Presiden Uruguay Yamand Orsi, pemimpin koalisi berhaluan kiri-tengah. Paus juga berencana mengunjungi kawasan Casavalle, yang dikenal memiliki tingkat kemiskinan dan kekerasan tinggi.

Ini merupakan kunjungan pertama seorang Paus ke Uruguay sejak 1988. Paus Leo XIV berharap kunjungannya dapat menghidupkan kembali kehidupan beragama di negara tersebut, tempat hanya sebagian kecil umat Katolik yang rutin menghadiri misa.

Apa agenda Paus Leo di Argentina?

Pada Minggu (8/11), Paus Leo XIV akan melanjutkan perjalanan ke Argentina, negara tetangga sekaligus tanah kelahiran pendahulunya, Paus Fransiskus. Namun, Paus Fransiskus tidak pernah kembali ke negara asalnya setelah terpilih sebagai Paus. Hal ini sempat mengecewakan warga Argentina.

Menurut Pew Research Center, sekitar 71 persen warga Argentina mengidentifikasi diri sebagai umat Katolik pada awal masa kepemimpinan Paus Fransiskus. Namun, pada 2024, proporsinya turun menjadi 58 persen.

Di Argentina, Paus Leo XIV dijadwalkan bertemu dengan Presiden Javier Milei. Kebijakan pemangkasan anggaran pemerintahannya menuai kritik dari Gereja Katolik karena berdampak pada program-program bantuan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan.

Selain itu, Paus Leo XIV juga berencana bertemu dengan para pemimpin dunia usaha, serikat pekerja, buruh, serta perwakilan masyarakat.

Paus Leo kembali ke Peru

Pada Rabu (11/11), Paus Leo XIV akan melanjutkan perjalanan ke Peru, negara tempat ia pernah tinggal dan menjalankan pelayanan gerejawi selama dua dekade.

Kunjungan ini disambut antusias. Paus dijadwalkan memimpin misa di Keuskupan Chiclayo, tempat ia pernah bertugas, serta di desa pegunungan Santa Cruz de Succhabamba.

Ia juga akan memimpin misa di Cusco, bekas ibu kota Kekaisaran Inka. Selanjutnya, Paus akan mengunjungi Pucallpa di kawasan Amazon Peru untuk memberikan penghormatan kepada masyarakat adat di negara tersebut.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pedagang kaki lima yang menjual kaus dan rosario bergambar Paus Leo. Sejumlah toko roti bahkan turut menjual roti khusus dengan nama Leo.

Namun, seperti negara-negara lain di kawasan tersebut, Peru juga mengalami penurunan jumlah umat Katolik dalam beberapa tahun terakhir. Proporsi penduduk yang beragama Katolik turun dari 76 persen pada 2013–2014 menjadi sekitar 67 persen saat ini.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Prita Kusumaputri

Editor: Ayu Purwaningsih

(nvc/nvc)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.