Pemerintah mencatat penuntasan 250 Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam kurun 2016 hingga 29 Oktober 2026. Akumulasi nilai investasi dari seluruh proyek yang telah beroperasi tersebut mencapai Rp 2.396 triliun atau setara USD 132 miliar.
Asisten Deputi Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Proyek Strategis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Suroto, menyampaikan sebanyak 6 proyek PSN berhasil diselesaikan sepanjang 2026, bagian dari target 10 proyek hingga akhir tahun ini.
"Masih ada empat proyek lagi yang ditargetkan rampung hingga akhir 2026, sementara 30 proyek PSN lainnya sedang dalam tahap konstruksi," kata Suroto, Sabtu, (31/10).
Suroto memaparkan, berdasarkan kajian LPEM FEB UI, Pembangunan PSN diperkirakan menghasilkan total output ekonomi sebesar Rp 3.344 triliun, berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) senilai Rp 1.564 triliun, serta menciptakan pendapatan tenaga kerja hingga Rp 1.134 triliun dengan penyerapan 7,9 juta tenaga kerja.
Studi tersebut mencatat angka multiplier effect investasi PSN mencapai 1,919. Artinya, setiap suntikan modal investasi PSN berdampak hampir dua kali lipat terhadap penguatan aktivitas ekonomi nasional dan daerah.
Manfaat konkret PSN terhadap ekonomi daerah terlihat pada Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah, yang telah menyerap 26.871 tenaga kerja. Porsi tenaga kerja lokal Kabupaten Batang mencapai 70 persen.
Dampaknya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang melejit hingga 7,79 persen pada 2025, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah sebesar 5,37 persen. Pada 2026, penyerapan tenaga kerja di KIT Batang diproyeksikan melonjak menjadi 33.237 orang.
"Capaian ini membuktikan bahwa PSN, khususnya pengembangan kawasan industri, efektif mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan warga, serta tumbuhnya ekosistem bisnis pendukung," tutur Suroto.