Washington DC -
Warga Amerika Serikat (AS) akan menilai kepemimpinan Donald Trump di masa jabatan keduanya yang penuh gejolak pada pemilu sela yang berlangsung Selasa (03/11). Hasil pemilu ini berpotensi mengguncang dominasi Trump di Washington. Partai Demokrat, yang menjadi oposisi Trump, diperkirakan akan merebut kendali Dewan Perwakilan Rakyat dan juga berpeluang menguasai Senat.
Jika Partai Republik kehilangan kendali atas DPR, Demokrat akan memiliki kekuatan untuk menghambat agenda legislatif Trump. Demokrat juga bisa melakukan berbagai penyelidikan besar terhadap pemerintahan Trump. Kekalahan di Senat juga dapat mengancam peran Trump dalam menunjuk hakim Mahkamah Agung serta pejabat tinggi pemerintahan.
Pemilu ini pada dasarnya merupakan evaluasi nasional terhadap Trump, dengan suasana publik yang semakin berbalik melawan Partai Republik akibat kemarahan atas melonjaknya biaya hidup dan perang AS-Iran.
435 DPR dan 35 dari 100 kursi Senat akan diperebutkan. Termasuk dengan pemilihan gubernur di 36 negara bagian. Demokrat hanya memerlukan tambahan tiga kursi di DPR dan empat kursi di Senat untuk merebut kendali kedua lembaga tersebut dari Partai Republik.
Trump kembali menjabat tahun lalu dengan janji menurunkan harga-harga. Namun inflasi, tarif perdagangan, dan kenaikan biaya bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah justru menekan masyarakat Amerika. Hal tersebut membuatnya hanya mendapat 30 persen tingkat persetujuan publik atas pemerintahannya.
Partai Republik dalam kampanye pemilu sela
Partai Republik bersikeras bahwa pemotongan pajak dan pengetatan kebijakan imigrasi yang dilakukan Trump pada akhirnya akan menguntungkan masyarakat Amerika. Mereka juga menggambarkan kandidat-kandidat Demokrat sebagai kelompok radikal kiri.
Namun dalam penampilan kampanye publik terakhirny pada hari Senin (02/11) Trump hampir tidak membahas isu ekonomi. Sebagian besar waktunya digunakan untuk berbicara panjang lebar mengenai proyek renovasi Lincoln Memorial Reflecting Pool di Washington yang bermasalah.
"Ini adalah hari terakhir sebelum pemilu sela, pemilu sela yang menurut saya paling penting dalam hidup kita," kata Trump setelah 26 menit berpidato, sebelum kembali membahas proyek renovasi tersebut.
Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menyebutnya sebagai, "pesan penutup yang menyedihkan."
Meski demikian, sebagian pendukung Republik tetap yakin akan kemenangan.
"Kami akan menang. Bahkan sebenarnya mungkin kami sudah menang," ungkap veteran militer asal Texas, Yvonne Clouser.
Mahkamah Agung AS tolak permintaan Trump untuk menghentikan penghitungan suara
Mahkamah Agung Amerika Serikat pada hari Senin (02/11), sehari sebelum pemilu sela, menolak permohonan pemerintahan Trump yang meminta penghentian sementara penghitungan surat suara melalui pos dari lebih dari 20.000 pemilih terdaftar di California. Pemerintah federal menduga adanya kemungkinan bahwa hasil pemungutan suara tersebut bukan berasal dari warga negara AS.
Para hakim menolak permohonan darurat tersebut hanya beberapa jam setelah diajukan oleh Departemen Kehakiman. Keputusan itu membatalkan klaim pemerintah mengenai surat suara yang disengketakan dan yang berpotensi memengaruhi ribuan pemilih serta menimbulkan ketidakpastian terhadap hasil pemilu.
Keputusan tersebut menjadi kemunduran lain bagi Trump ketika Partai Republik berjuang mempertahankan kendali atas Kongres dalam pemilu sela.
California merupakan negara bagian dengan populasi terbesar di Amerika Serikatdan merupakan basis kuat Partai Demokrat.
Pemerintahan Trump memusatkan perhatiannya pada dugaan pemungutan suara oleh warga non-AS menjelang pemilu sela. Namun berbagai studi dan audit negara bagian menunjukkan bahwa pemungutan suara ilegal, termasuk oleh warga non-AS, sangat jarang terjadi.
Keputusan Mahkamah Agung yang hanya terdiri dari satu kalimat tidak memberikan alasan apa pun, sebagaimana lazim dalam penanganan perkara darurat. Tidak ada hakim yang secara terbuka menyatakan keberatan terhadap keputusan tersebut.
Mahkamah juga tidak meminta tanggapan dari pemerintah California, sebuah langkah yang biasanya menunjukkan bahwa suatu perkara sedang dipertimbangkan secara serius.
Sebelumnya, pengadilan banding federal juga telah menolak permintaan pemerintah pada hari Jumat (30/10). Trump meminta pemerintah California memisahkan surat suara yang dianggap bermasalah dan tidak menghitungnya sampai status kewarganegaraan para pemilih tersebut dapat dipastikan.
Trump selama bertahun-tahun telah membuat klaim yang tidak terbukti mengenai adanya kecurangan pemilu secara luas di Amerika Serikat, termasuk dalam pemilu 2020 yang dimenangkan oleh Joe Biden.
Editor: Hani Anggraini

(nvc/nvc)