JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meraih penghargaan AIDS-TB-Malaria Award 2026 dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes).
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Surabaya dalam memperkuat pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), serta malaria.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen Pemkot Surabaya dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.
Salah satu aspek yang menjadi penilaian adalah dukungan pembiayaan program penanggulangan ketiga penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dr. Billy Daniel Messakh mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor.
Dukungan anggaran tidak hanya bersumber dari Dinkes, tetapi juga melibatkan perangkat daerah (PD) nonkesehatan, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Baznas, hingga lembaga filantropi.
“Penilaian mencakup ketersediaan anggaran untuk program pencegahan dan pengendalian AIDS, TBC, dan malaria di Dinkes, dukungan PD nonkesehatan, serta keterlibatan lembaga CSR, Baznas, maupun filantropi. Selain itu, ada pula dukungan anggaran di tingkat kelurahan,” jelas Billy, Sabtu (7/11/2026).
Dalam upaya menekan penularan HIV/AIDS, Pemkot Surabaya memperluas edukasi dan pemeriksaan atau skrining terhadap kelompok berisiko.
Pencegahan penularan dari ibu ke bayi juga menjadi perhatian, termasuk memperluas akses tes HIV melalui puskesmas, rumah sakit, dan klinik.
Pemkot juga memastikan ketersediaan layanan pengobatan antiretroviral (ARV), konseling, hingga pemberian makanan tambahan (PMT) bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).