Jakarta -
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat rekonstruksi tanggul Batang Mangor di Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Hal itu dilakukan untuk memulihkan perlindungan tebing sungai sekaligus mendukung penyambungan kembali jalan Waterfront City yang sebelumnya terputus akibat bencana hidrometeorologi pada 2025.
Pekerjaan melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat mencakup tanggul sepanjang 154 meter dengan dukungan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 4,3 miliar. Pembangunan dimulai pada 9 September 2026 dan dijadwalkan selesai paling lambat 31 Desember 2026.
Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air Dinas SDABK Sumatera Barat, Edola Duangga mengatakan per 30 Oktober 2026, panjang konstruksi yang terpasang mencapai 57 meter. Secara keseluruhan, progres fisik pekerjaan tercatat sebesar 26 persen.
Edola menjelaskan, penyelesaian diupayakan lebih cepat, yakni pada awal Desember 2026. Percepatan diperlukan untuk mengantisipasi kendala cuaca yang dapat memengaruhi pelaksanaan konstruksi di aliran sungai.
"Pekerjaan ini diharapkan dapat diselesaikan lebih awal agar proses pemulihan infrastruktur di kawasan tersebut dapat segera dilanjutkan," kata Edola dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).
Setelah tanggul selesai, Pemerintah Kota Pariaman direncanakan melanjutkan rekonstruksi jalan Waterfront City. Urutan penanganan tersebut diarahkan agar perlindungan tebing sungai tersedia sebelum akses jalan dibangun kembali.
Dengan demikian, pekerjaan tanggul menjadi bagian penting dari pemulihan konektivitas kawasan. Pembangunan tidak hanya mengganti struktur yang rusak, tetapi juga mendukung perlindungan infrastruktur jalan yang akan dipulihkan.
Kebutuhan penanganan Batang Mangor telah tercantum dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Kota Pariaman. Dokumen tersebut menjadi dasar penyelarasan pemulihan sesuai kerusakan dan kebutuhan di lapangan.
Penanganan infrastruktur sungai juga berlangsung pada aliran yang sama di Kabupaten Padang Pariaman melalui pekerjaan sejenis. Upaya di kedua wilayah diharapkan saling mendukung dalam memperkuat perlindungan kawasan sepanjang sungai dan mengurangi risiko kerusakan berulang.
(prf/ega)