Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Peneliti Berpacu Pulihkan Padang Lamun demi Pertahankan Ekosistem Laut

Padang lamun melindungi pesisir pantai, jadi tempat bernaung ribuan spesies laut, dan menyimpan CO.

Detik 4 menit baca 0 komentar
Peneliti Berpacu Pulihkan Padang Lamun demi Pertahankan Ekosistem Laut
Foto: Detik

Berlin -

Enam penyelam sedang menjelajahi perairan dingin Laut Baltik di area lepas pantai Dahme, sebuah kota kecil di utara Jerman. Para penyelam yang adalah ahli konservasi itu dengan hati-hati mencabut tunas-tunas tanaman yang telah berakar di bawah laut dan memasukkannya ke dalam kantong.

Mereka hanya mengambil beberapa tunas dari setiap lokasi, tunas-tunas tersebut kemudian akan ditanam tempat-tempat agar tumbuh subur. Para ahli konservasi itu telah memilih lokasi yang ideal: bersedimen pasir, terlindung dari gelombang dan arus, serta cukup cahaya dan oksigen untuk tumbuh.

Para ilmuwan memandang penting pekerjaan ini. Myriam Spicka, yang memimpin LSM Seagrass Conservation, mengatakan bahwa ia telah melihat banyak perubahan selama lebih dari 30 tahun menyelam. Ia bukan satu-satunya yang menyaksikan kerusakan padang lamun.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa sekitar 60% padang lamun di pesisir Laut Baltik telah menghilang."Itu kabar buruknya," kata ahli ekologi kelautan Thorsten Reusch dari GEOMAR Helmholtz Center for Ocean Research Kiel. "Kabar baiknya luasan tersebut tidak terus menyusut."

Mengapa kita perlu peduli terhadap lamun?

Padang lamun di bawah air menjadi sumber makanan dan tempat berlindung ikan, kepiting, kerang-kerangan, dan banyak spesies lainnya. Padang lamun meningkatkan kualitas air dan memperlambat gelombang air laut sehingga bantu melindungi pantai dari erosi. Selain itu, padang lamun juga dapat menyimpan karbon di dasar laut sekitar 30 hingga 50 kali lebih cepat daripada hutan.

Sekitar 70 spesies rumput laut dapat ditemukan di sepanjang pantai di lebih dari 150 negara. Beberapa tumbuh tepat di bawah permukaan, sementara yang lain tumbuh pada kedalaman 60 meter.

"Beberapa negara memiliki padang lamun yang jauh lebih luas, terutama di kawasan Indo-Pasifik," kata Reusch. "Di sana, lamun dapat memainkan peran penting dalam keseimbangan karbon mereka."

Namun, lamun tidak sekadar menyimpan karbon. Padang lamun di Laut Baltik termasuk habitat yang paling berharga di lautan. Padang lamun jadi tempat berlindung bagi satwa liar bawah laut, menstabilkan dasar laut, dan berfungsi sebagai filter alami dengan menyaring partikel dan nutrisi.

Bagaimana menanam kembali lamun dalam skala besar?

Menanam tunas lamun satu per satu adalah pekerjaan yang melelahkan. Orang-orang seperti Reinhard Helbig berusaha mempermudah proses tersebut.

Melalui ZosteraTec, perusahaan rintisan yang ia dirikan bersama rekannya, ia membantu memulihkan habitat laut, termasuk padang lamun yang rusak akibat aktivitas lepas pantai, seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga angin. Pemulihan ini dimulai di pantai.

"Cuaca buruk justru membantu kami. Gelombang dan arus laut menyapu lamun dari dasar laut. Satu atau dua hari kemudian, lamun tersebut terdampar di sini, masih dalam kondisi segar," katanya.

Tunas yang dikumpulkan ditanam dan diperbanyak di fasilitas budidaya ZosteraTec. Beberapa bulan kemudian, bibit tersebut diletakkan pada penyangga tanaman. Sebuah mesin yang dikembangkan secara khusus mengikat mengikat bibit yang ditanam dengan benang yang bisa terurai secara alami. Hasilnya dapat diletakkan di dasar laut, upaya menyelam pun jadi lebih sedikit.

"Kami menanam di darat untuk mengurangi pekerjaan di bawah laut. Artinya, jumlah penyelaman berkurang, dan kami bisa melakukan pekerjaan lebih banyak di pantai," kata Helbig.

Apakah menanam benih bisa menjadi solusi?

Para peneliti di Geomar Helmholtz Center di Kiel juga sedang menguji cara-cara baru untuk memulihkan rumput laut di wilayah yang lebih luas, termasuk dengan menggunakan benih.

Ahli ekologi laut Esther Thomsen memasukkan tanggannya ke dalam tangki akuarium dan mengeluarkan pot bunga yang berisi lamun.

"Sepuluh persen tanaman di padang lamun kami menghasilkan biji. Anda dapat dengan jelas melihat biji-biji tersebut berada di sini," katanya.

"Keuntungan besar dari memulihkan padang rumput laut dari biji adalah keragaman genetik yang lebih besar. Di masa depan kita seharusnya dapat menabur biji di area yang jauh lebih luas," jelas Thomsen.

Reusch dari Geomar mengatakan bahwa saat ini mereka berpendapat bahwa "Cara paling menjanjikan untuk menumbuhkan padang lamun yang tahan terhadap perubahan iklim adalah dengan menanam tunas-tunas individu sebagai fondasi, lalu menabur benih di antara tunas-tunas tersebut untuk meningkatkan keragaman genetik."

Butuh waktu melihat hasilnya

Keberhasilan suatu misi penanaman baru akan terungkap berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian.

Thomsen dan rekan-rekannya sedang mengunjungi padang lamun pertama yang ditanam di perairan Laut Baltik, Jerman, pada tahun 2021. Para penyelam menghitung jumlah tunas, memeriksa seberapa padat pertumbuhannya, dan mencatat perkembangan padang lamun tersebut.

Mereka kemudian membandingkannya dengan padang lamun induk, tempat lamun tersebut berasal. Hanya melalui perbandingan itulah dapat diketahui apakah tanaman baru tersebut sekadar bertahan hidup atau mulai berkembang menjadi padang lamun alami.

"Kami baru saja memeriksa padang lamun tersebut, dan padangnya sangat lebat. Kami menghitung banyak tunas per satuan luas," kata Thomsen. "Kondisinya terlihat sangat baik."

Artikel ini berdasarkan laporan video Global Us yang terbit pertama kali dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor. Rizki Nugraha

(nvc/nvc)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.