Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Penyebab Asap Karhutla Indonesia Bisa Lintas Pulau hingga Negara Menurut Pakar

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menyebabkan kabut asap menyebar hingga negara tetangga, dampak lingkungan dan kesehatan yang serius.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Penyebab Asap Karhutla Indonesia Bisa Lintas Pulau hingga Negara Menurut Pakar
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berdampak sangat meluas, di mana asap menyebar hingga ke negara tetangga.

Pakar Lingkungan Universitas Airlangga (Unair) Danar Arifka Rahman menjelaskan, pergerakan kabut asap lintas pulau hingga lintas negara dipicu kombinasi dinamis antara angin monsun, stabilitas atmosfer, serta karakteristik fisik kebakaran lahan gambut.

Danar memaparkan, faktor alam utama pembawa asap adalah pola angin pada lapisan atmosfer bawah hingga menengah.

Minimnya curah hujan serta kondisi udara yang stabil juga membuat partikel asap sulit terurai.

"Pada musim kemarau, angin monsun tenggara membawa asap dari Sumatra dan Kalimantan ke arah barat laut, menuju Semenanjung Malaysia, Singapura, atau sebagian Jawa," ujar Danar, Kamis (5/11).

Selain faktor arah angin, Danar menyebutkan, sifat fisik kebakaran lahan gambut menjadi alasan utama kabut asap bertahan sangat lama di udara.

Proses pembakaran lambat pada suhu rendah menghasilkan partikel yang amat halus, seperti particulate matter 2.5 (PM2.5). Karena massanya sangat ringan, pengendapan partikel ke bawah berjalan amat lambat.

"Api gambut juga bisa menjalar di bawah permukaan tanah selama berminggu-minggu. Hal ini menyebabkan sumber asap terus ada dan memproduksi debu secara berkelanjutan," terangnya.

Selain itu, topografi bumi juga memegang peranan penting. Wilayah pegunungan bertindak sebagai penghalang aliran udara, sementara daerah lembah atau cekungan menjadi tempat penumpukan asap, terutama saat malam hari ketika suhu udara dingin turun.

Fenomena iklim ekstrem seperti El Nino turut disebutnya turut memperparah kondisi karhutla dengan memanjangkan durasi kemarau serta mengeringkan lahan gambut secara drastis.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.