Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Bidang Pelatihan Kehumasan Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) Willy Bachtiar tekankan pentingnya komunikasi publik dalam pelatihan lurah finalis Benyamin S Award (BSA) 2026.
"Penting sekali bagi para lurah hari ini adalah meningkatkan komunikasi publik, kualitas komunikasi kepada warga," ujar Willy saat memberikan pelatihan humas untuk lurah finalis Benyamin S Award di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (26/10).
Pelatihan ini diadakan oleh Biro Kerja Sama Daerah Setda DKI Jakarta selaku penyelenggara BSA. Selain 10 lurah finalis BSA 2026, sejumlah finalis BSA 2025 mengikuti rangkaian pelatihan ini.
"Dari PERHUMAS sendiri kami sangat meyakini, melihat juga, bagaimana para lurah ini menampilkan sosok mereka sebagai chief communication officer di wilayahnya masing-masing," kata Willy usai memberikan materi kepada para lurah.
Sebagai figur pemerintah yang terdekat dengan masyarakat, lurah memegang peran penting dalam bagaimana masyarakat menilai pemerintah. Maka dari itu, lurah dinilai perlu untuk mengetahui bagaimana mengkomunikasikan kebijakan, layanan, hingga program kelurahan dengan baik.
"Saya kira banyak sekali hal yang sudah dilakukan oleh para lurah ini yang mungkin juga belum tersampaikan kepada publik saat ini. Sehingga hal itu yang kemudian saya ingin coba bantu," ujar Willy.
Willy menjelaskan bahwa kerja hubungan masyarakat tidak bekerja sekali jalan, melainkan bekerja dalam sebuah siklus. Siklus ini meliputi tahapan riset, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
Untuk memahami pelaksanaan siklus ini, Willy dan tim PERHUMAS pun menyusun materi berdasarkan delapan unit SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Unit-unit tersebut terdiri dari pemetaan pemangku kepentingan, penyusunan rencana program komunikasi kehumasan, hingga pelaksanaan monitoring digital.
Dari hasil pelatihan, Willy mengapresiasi upaya komunikasi publik yang telah dilakukan oleh para lurah finalis BSA 2026. Namun, ia menyorot catatan terkait pengelolaan media sosial milik kelurahan, terlebih di tengah derasnya arus informasi yang diperoleh masyarakat dari media sosial.
"Nah, jadi jangan sampai kemudian pemerintah, dalam hal ini wilayah kelurahan kemudian seringkali misalnya terlambat di dalam membangun narasi, menyampaikan informasi kepada masyarakat," katanya.
Willy berharap para lurah dapat memperkuat produksi informasi yang berkualitas kepada masyarakat. Willy juga mengajak para lurah untuk menyusun perencanaan program yang lebih terstruktur dan terukur.
"Rencana-rencana program yang bisa lebih terstruktur, lebih terukur hasilnya dan manfaatnya, sehingga nanti bisa dengan mudah terukur bagaimana pencapaian-pencapaian yang mereka lakukan," kata Willy.
Sepuluh lurah finalis BSA 2026 sebelumnya juga telah mengikuti beberapa rangkaian acara lain, dari mulai babak penyisihan, penyelenggaraan festival, hingga presentasi final. Sepuluh lurah ini berasal dari kelurahan Pulau Panggang, Kelapa Gading Timur, Malaka Sari, Utan Kayu Selatan, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, dan Kebon Sirih.
Mereka sama-sama unjuk gigi dalam menunjukkan upaya pembangunan lingkungan yang lebih bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Tak hanya itu, mereka juga menunjukkan inisiatif kelurahan dalam menghidupkan semangat Benyamin Sueb dalam perialanan Jakarta menuju kota global.
Rangkaian kegiatan BSA 2026 sendiri akan berakhir di acara puncak pada 30 Oktober 2026 mendatang.
(mou/sur)