PPP menggelar kegiatan Training of Trainers (TOT) jelang Pemilu 2029. (Istimewa)
Lanjutkan dari posisi terakhir
Badan IT dan Database DPP PPP menggelar kegiatan Training of Trainers (TOT) secara daring diikuti oleh admin IT dari 38 DPW PPP se-Indonesia.
PPP menggelar kegiatan Training of Trainers (TOT) jelang Pemilu 2029. (Istimewa)
JawaPos.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai berbenah untuk persiapan menghadapi verifikasi partai politik menuju Pemilu 2029. Penguatan digital dilakukan di internal partai kepada para kader. Badan IT dan Database DPP PPP menggelar kegiatan Training of Trainers (TOT) secara daring diikuti oleh admin IT dari 38 DPW PPP se-Indonesia. Anggota Badan IT dan Database DPP PPP, Arya Permana mengatakan TOT, tersebut bertujuan memberikan pembekalan kepada para admin DPW agar mampu mengoperasikan dan mengimplementasikan sistem informasi komunikasi PPP yang baru. “Kita sudah membangun sistem informasi komunikasi berbasis teknologi. Harapannya, dengan adanya sistem IT yang baru ini, kebutuhan organisasi berbasis teknologi bisa berjalan lebih efektif, efisien, dan terintegrasi,” ujar Arya, Kamis (29/10). Baca Juga: Polri Tetapkan 20 Korporasi Jadi Tersangka Kebakaran Hutan, 4 Di Antaranya Perusahaan Asing Menurutnya, sistem tersebut mencakup sejumlah kebutuhan organisasi, mulai dari sistem keanggotaan atau KTA-nisasi berbasis digital hingga database kepengurusan. Data kepengurusan akan terintegrasi mulai dari tingkat pusat, wilayah, cabang, anak cabang, hingga ranting di tingkat kelurahan maupun desa. Sistem ini juga mengembangkan database partai, dari kantor pusat hingga tingkat ranting. Digitalisasi ini dilakukan guna memudahkan pengelolaan data organisasi. Arya menambahkan, penguatan sistem informasi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan PPP dalam menghadapi proses verifikasi partai politik sebagai salah satu syarat mengikuti Pemilu 2029. “Harapannya, sistem informasi komunikasi berbasis teknologi yang baru kita buat ini bisa menjadi bahan persiapan PPP nantinya dalam mengikuti proses verifikasi partai politik sebagai syarat peserta Pemilu 2029,” jelasnya. Baca Juga: Jurnalis Video Diamankan Saat Liput Demo di Tugu Kujang, PWI Bogor Selidiki Insiden Tidak hanya berkaitan dengan data organisasi, Badan IT PPP juga mengembangkan sistem laporan kegiatan yang memungkinkan setiap kegiatan di tingkat wilayah hingga cabang dapat dilaporkan melalui sistem kepada pimpinan DPP. Sistem tersebut juga memungkinkan DPW memantau kegiatan yang dilakukan DPC maupun PAC di daerah masing-masing. Dengan sistem tersebut, kegiatan positif yang dilakukan satu wilayah maupun cabang diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya. Data kegiatan juga dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pimpinan dalam menentukan program yang lebih efektif, efisien, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan konstituen PPP. Dalam TOT tersebut juga muncul aspirasi agar sistem pelaporan tidak hanya mencakup kegiatan resmi kepartaian, tetapi juga aktivitas anggota legislatif PPP. Menurut Arya, anggota legislatif PPP memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, serta menjadi agen perubahan dan pembaruan di daerah pemilihannya. “Kami akan kembangkan, dari yang tadinya hanya laporan kegiatan partai, menjadi juga laporan kegiatan anggota legislatif PPP se-Indonesia. Dengan begitu, mereka punya tanggung jawab di daerahnya masing-masing dan dapat berkontribusi lebih dekat dengan masyarakat serta memberikan solusi ketika ada permasalahan di dapilnya,” pungkas Arya.
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.