Jakarta -
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III 2026 yang mencapai 5,47% (yoy) merupakan capaian yang patut diapresiasi. Angka ini mencerminkan ketahanan dan soliditas fundamental ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan serta ketidakpastian ekonomi global maupun domestik.
Setidaknya terdapat enam indikator penting yang patut menjadi perhatian dan kebanggaan bersama.
Pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di atas target APBN. Secara kumulatif selama Januari-September 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,45%. Capaian ini melampaui target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar 5,4%.
Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional tetap terjaga dan momentum pertumbuhan berada pada jalur yang positif.
Kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu bersaing dengan sejumlah negara besar dan negara di kawasan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,47% pada Triwulan III 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan China sebesar 4,5%, Amerika Serikat 2,1%, Malaysia 5,3%, Singapura 5,4%, dan Korea Selatan 3,4%.
Capaian ini memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang kuat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah perlambatan ekonomi global.
Ketiga, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh kinerja positif dari berbagai sektor produksi dan komponen pengeluaran. Dari sisi produksi, seluruh 21 kategori lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif. Beberapa sektor dengan pertumbuhan menonjol antara lain akomodasi dan makan minum sebesar 11,22%, industri pengolahan 5,87%, serta perdagangan 7,14%.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didukung oleh konsumsi rumah tangga sebesar 5,04%, konsumsi pemerintah 8,95%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi sebesar 6,06%, serta ekspor sebesar 4,59%.
Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang oleh konsumsi masyarakat, tetapi juga diperkuat oleh belanja pemerintah, investasi, dan aktivitas perdagangan internasional.
Keempat, pertumbuhan ekonomi berlangsung secara positif di seluruh wilayah Indonesia. Pulau Jawa tumbuh 5,84%, Sumatra 4,95%, Bali dan Nusa Tenggara 6,08%, Kalimantan 3,96%, Sulawesi 5,68%, serta Maluku dan Papua 4,42%.
Capaian ini menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga berlangsung di berbagai kawasan Indonesia. Ini menjadi modal penting dalam memperkuat pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Kelima, pertumbuhan ekonomi yang terjaga turut memperkuat penciptaan lapangan kerja. BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2026 turun menjadi 4,75%, dengan jumlah pengangguran sekitar 7,38 juta orang.
Indikator ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi ketenagakerjaan sekaligus pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan pekerjaan produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dan keenam, peningkatan kinerja ekonomi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. BPS merilis bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2026 mencapai 76,59, meningkat dibandingkan 75,90 pada 2025 dan 75,02 pada 2024.
Peningkatan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam dimensi pembangunan manusia, yang mencakup kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan efektivitas program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), revitalisasi sekolah, revitalisasi puskesmas dan rumah sakit, Sekolah Rakyat, penguatan ketahanan pangan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Program-program tersebut merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi rakyat, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke desa dan wilayah pesisir.
Inilah arah pembangunan yang perlu terus didorong, yaitu ekonomi tumbuh kuat, lapangan kerja semakin luas, kualitas SDM meningkat, dan kesejahteraan rakyat semakin merata.
Kamrussamad. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia.
(rdp/gbr)