Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Pesawat Pengintai AS yang Punya Fitur Penyadapan

AS memiliki banyak pesawat pengintai dengan teknologi canggih. Salah satunya yakni pesawat RC-135V/W Rivet Joint yang dilengkapi dengan fitur penyadapan.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Pesawat Pengintai AS yang Punya Fitur Penyadapan
Foto: Detik

Jakarta -

Amerika Serikat memiliki banyak pesawat pengintai dengan teknologi canggih. Salah satunya yakni pesawat RC-135V/W Rivet Joint yang dilengkapi dengan fitur penyadapan.

Dikutip dari laman Angkatan Udara AS, RC-135V/W Rivet Joint adalah pesawat pengintai (reconnaissance) yang dimodifikasi secara ekstensif dari kerangka dasar pesawat C-135.

Pesawat ini bertugas mengumpulkan, menganalisis, dan menyebarkan data intelijen secara real-time. Data ini untuk kebutuhan strategis negara.

Pesawat ini dilengkapi jajaran sensor canggih di dalamnya yang memungkinkan kru misi mendeteksi, mengidentifikasi, dan menentukan lokasi geografis (geolocate) sinyal di seluruh spektrum elektromagnetik.

Lewat sistem komunikasi yang luas, hasil pengumpulan intelijen dapat langsung diteruskan dalam berbagai format ke berbagai pihak yang membutuhkan.

Selain itu, pesawat ini mampu menampung lebih dari 30 orang di dalamnya. Terdiri dari awak penerbangan (3 pilot dan 2 navigator) serta awak misi (21-27 orang tergantung kebutuhan), yang mencakup perwira perang elektronik (electronic warfare officers), operator intelijen, dan teknisi pemeliharaan penerbangan.

Pesawat ini ditenagai oleh empat mesin turbofan CFM International F108-CF-201 (CFM-56). Pesawat menggunakan instrumen digital glass cockpit sesuai standar FAA/ICAO.

Kecepatan Pesawat

Dengan kecepatan jelajah di atas 500 mph (Mach 0,66), jangkauan terbang mencapai 3.900 mil (6.500 km), dan batas ketinggian terbang (ceiling) hingga 50.000 kaki (15.240 meter). Seluruh modifikasi kerangka dan sistem misinya diawasi oleh L-3 Communications (sebelumnya Raytheon) di bawah pengawasan Air Force Materiel Command.

Pengembangan armada dimodifikasi sejak tahun 1962. Saat itu modifikasinya pada kemampuan operasional awal (initial operating capability).

Pesawat ini terlibat dalam berbagai operasi dan konflik utama Amerika Serikat, termasuk Perang Vietnam, Operasi El Dorado Canyon di Mediterania, Invasi Grenada, Panama hingga Perang Teluk. Adapun seluruh armada dialokasikan ke Air Combat Command dan berbasis permanen di Offutt Air Force Base, Nebraska (dioperasikan oleh 55th Wing), dengan total inventaris aktif sebanyak 17 unit.

(rdp/imk)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.