JAKARTA, iNews.id - PT PLN Indonesia Power (IP) mengembangkan teknologi pencampuran hidrogen dan amonia sebagai alternatif bahan bakar pembangkit listrik. Berdasarkan hasil pengujian perusahaan, teknologi ini berpotensi meningkatkan efisiensi pembangkit sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan emisi karbon.
Pengujian dilakukan melalui teknologi co-firing hidrogen pada pembangkit berbahan bakar gas dan co-firing amonia di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara.
Pada pengembangan hidrogen, PLN IP menguji teknologi tersebut di PLTDG Pesanggaran, Bali. Hidrogen dicampurkan dengan gas alam sebagai bahan bakar mesin pembangkit untuk menggantikan sebagian penggunaan gas alam.