Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Polda DIY Buka Suara soal Kericuhan Demo Malioboro, Duga Ada Penyusup

Polisi menyebut kericuhan di Malioboro, Yogyakarta, diduga akibat oknum penyusup setelah aksi unjuk rasa damai Aliansi Jogja Memanggil (AJM).

CNN Indonesia 4 menit baca 0 komentar
Polda DIY Buka Suara soal Kericuhan Demo Malioboro, Duga Ada Penyusup
Foto: CNN Indonesia

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menduga kericuhan yang terjadi di kawasan Malioboro dan sekitarnya, Rabu (28/10)  adalah ulah sejumlah oknum penyusup setelah berlangsungnya aksi unjuk rasa secara damai.

Sebelum kericuhan terjadi, aksi unjuk rasa digelar untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sejak Rabu siang.

Berdasarkan pantauan, massa menggelar aksi di depan Gedung DPRD DIY dan kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Akan tetapi, demonstrasi tersebut berujung ricuh menjelang malam hari. Kericuhan terpantau terjadi hingga Kamis (29/10) dini hari WIB.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan dalam keterangannya menyebut massa yang sebelumnya berunjuk rasa secara tertib di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta membubarkan diri dan meninggalkan lokasi.

Namun, sekelompok massa tak dikenal mendadak datang dari arah barat dan bergerak menuju Gedung DPRD DIY. Polda menduga massa tak dikenal yang menyusup itu sebagai biang kericuhan yang menodai aksi damai para demonstran mahasiswa sebelumnya.

"Polda DIY menegaskan bahwa riak gesekan yang terjadi pada malam harinya murni dipicu oleh ulah oknum-oknum penyusup yang tidak bertanggung jawab, yang mencoba menodai kedamaian yang telah dibangun dengan tertib oleh rekan-rekan mahasiswa," kata Ihsan dalam keterangannya, Kamis siang.

"Oknum-oknum inilah yang memprovokasi serta melakukan tindakan anarkis berupa pelemparan benda keras, petasan, kembang api serta material berbahaya lainnya ke arah petugas pengamanan di lapangan," lanjut dia.

Ihsan juga menyebut ada sejumlah oknum yang diamankan di lokasi kejadian. Tindakan itu, menurutnya, adalah langkah tegas terukur demi mengendalikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta melindungi keselamatan publik.

"Saat ini, para oknum yang diamankan masih dalam proses pendalaman serta pemeriksaan intensif oleh Ditreskrimum Polda DIY. Salah satu oknum yang diamankan terbukti tertangkap tangan kedapatan membawa senjata tajam di lokasi aksi," ucap Ihsan.

Dia menegaskan kepolisian berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional dan prosedural terhadap para pelaku tindakan anarkis dan pelanggar hukum.

[Gambas:Video CNN]

Ihsan menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa malam itu. Beberapa petugas namun mengalami luka-luka akibat terkena lemparan material berbahaya. Mereka sudah ditangani secara medis.

Polisi pun memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Malioboro, Gedung DPRD DIY, serta wilayah Yogyakarta secara umum pada hari Kamis ini telah sepenuhnya kondusif.

Ihsan mengapresiasi seluruh masyarakat, pelaku usaha, serta para wisatawan yang tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh dinamika gesekan kemarin. Termasuk, kepada para mahasiswa, akademisi, dan elemen pemuda yang menyuarakan aspirasi secara damai dan tertib.

"Kami pastikan hari ini seluruh aktivitas pariwisata di Malioboro, roda ekonomi masyarakat, serta mobilitas warga di Daerah Istimewa Yogyakarta berjalan dengan normal, aman, dan nyaman. Personel Polri tetap bersiaga melakukan pelayanan publik untuk menjamin rasa aman di tengah masyarakat," ujar Ihsan.

Tuntutan Aliansi Jogja Memanggil

Aksi unjuk rasa kemarin diikuti beberapa kelompok atau elemen masyarakat. Salah satunya adalah Aliansi Jogja Memanggil (AJM) di kawasan Titik Nol Kilometer.

Dalam aksi unjuk rasa kemarin, mereka menyuarakan 10 butir tuntutan.

10 tuntutan itu antara lain penetapan kebakaran hutan sebagai bencana nasional, jaminan pekerjaan layak, penarikan militer ke barak, penghentian kriminalisasi rakyat dan perampasan tanah, serta penghapusan program MBG. Massa juga mendesak pendidikan gratis, penggunaan anggaran yang berpihak pada rakyat, perlindungan hak pengemudi ojol, dan pengusutan tuntas kasus korupsi Mandala Krida.

Forum Cik Di Tiro (FCD) sebagai bagian dari AJM pada malam kemarin mengeluarkan keterangan tertulis, menyampaikan pernyataan bahwa aksi publik di Titik Nol telah dinyatakan selesai pada pukul 18.00 WIB secara damai. Kendati, masih terdapat massa yang menggabungkan diri ke aksi lain di DPRD DIY.

FCD menilai kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi aparat untuk melakukan intimidasi atau tindakan represif terhadap massa di kawasan Malioboro dan sekitarnya.

FCD juga menyoroti penanganan aparat pada malam hari yang disebut melibatkan pengerahan pasukan berlebihan, penyemprotan water cannon, penembakan gas air mata, hingga pemukulan. Akibatnya, sejumlah peserta aksi dan warga sipil dilaporkan terkepung serta kesulitan mengakses jalur pulang yang aman.

Kharisma Wardhatul Khusniah dari BARA Adil mengecam tindakan tersebut. Pihaknya mengingatkan p engamanan semestinya menjamin keselamatan warga, bukan meningkatkan risiko jatuhnya korban.

Selain itu, FCD meminta aparat tidak melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam pengamanan karena dinilai berpotensi memicu benturan horizontal dan provokasi. Mereka juga mengecam pemberitaan atau penggiringan opini yang berfokus pada kericuhan untuk mengaburkan substansi tuntutan massa.

(kum/kid)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.