Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Polda Metro Jaya Siagakan Pengamanan, Aksi Unjuk Rasa Hari Sumpah Pemuda Digelar di Sejumlah Titik di Jakarta

Bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda, aparat gabungan dari TNI, Polri, Pemprov DKI Jakarta, dan Pamdal dikerahkan untuk mengawal jalannya unjuk rasa.

iNews 2 menit baca 0 komentar
Polda Metro Jaya Siagakan Pengamanan, Aksi Unjuk Rasa Hari Sumpah Pemuda Digelar di Sejumlah Titik di Jakarta
Foto: iNews

JAKARTA, iNews.id — Bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda, aparat gabungan dari TNI, Polri, Pemprov DKI Jakarta, dan Pamdal dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa di ibu kota.

Polda Metro Jaya mencatat ada puluhan kegiatan yang berlangsung di wilayah DKI Jakarta, yang terdiri dari aksi penyampaian aspirasi serta kegiatan masyarakat lainnya. Berdasarkan data terverifikasi, puluhan elemen massa dari kalangan mahasiswa dan masyarakat telah menyampaikan pemberitahuan resmi terkait aksi unjuk rasa hari ini.

Pihak kepolisian memastikan bahwa pengawalan dilakukan secara humanis dengan memprioritaskan keselamatan peserta aksi maupun kenyamanan masyarakat umum yang beraktivitas di ruang publik. Rekayasa arus lalu lintas juga disiapkan secara situasional guna mengantisipasi kepadatan di sejumlah titik penyampaian aspirasi.

Terdapat beberapa titik utama yang menjadi pusat konsentrasi massa di Jakarta, di antaranya Gedung DPR/MPR RI, Kawasan UOB di Jalan MH Thamrin. Lalu, sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Silang Selatan Monas, Tugu Tani, serta beberapa lokasi strategis lainnya.

Aparat mengimbau kepada seluruh peserta aksi agar tetap tertib, mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta bersama-sama menjaga fasilitas umum dan menghormati hak-hak warga masyarakat lainnya yang tidak ikut menyampaikan pendapat.

Di sisi lain, gelombang massa dari aliansi mahasiswa dan elemen sipil yang tergabung dalam "Komite Sadar" (Komite Serukan Daulatan Rakyat) turut bergerak menuju pusat kota. Mereka membawa sejumlah tuntutan, di antaranya perbaikan kondisi ekonomi, penghentian pemborosan APBN, hingga desakan agar pemerintah menetapkan status bencana nasional terkait darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.