Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Polisi Dalami Motif Pembacokan Suporter Bola hingga Tewas di Bogor

Polisi menangkap MR, pelaku pembacokan suporter bola ARK hingga tewas di Bogor. Motif pembacokan masih diselidiki. Proses penyidikan terus berlanjut.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Polisi Dalami Motif Pembacokan Suporter Bola hingga Tewas di Bogor
Foto: Detik

Jakarta -

Polres Bogor menangkap MR (26), pelaku pembacokan suporter bola inisial ARK hingga tewas di Jalan Raya Jakarta, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Motif MR membacok ARK masih diselidiki polisi.

"Masih kita dalami motifnya, nanti kita sampaikan," kata Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung, Selasa (27/10/2026).

Arfan menyebutkan, MR merupakan pelaku utama pembacokan yang menewaskan ARK. Barangbukti berupa satu buah celurit telah diamankan.

"Sementara kita amankan satu orang. Pelaku utama dengan barang bukti sudah kita amankan," kata Arfan.

"Jadi memang pada saat melintas setelah habis menonton, dia (pelaku) langsung melihat, langsung melakukan tindakan kekerasan," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung memastikan penanganan perkara pembacokan suporter inisial ARK (16) tetap dilanjutkan. Arfan menyebut pelaku bukan suporter salah satu klub bola.

"Yang pasti proses penyidikan terkait penanganan perkara tetap kita lanjutkan. Kami juga sudah amankan pelaku juga yang terkait dengan, ya bisa dibilang pelaku yang bisa dibilang kenakalan remaja, ataupun dibilang yang menghilangkan nyawa tersebut," kata Arfan usai kunjungi siswa diduga keracunan di Puskesmas Cangkurawong, Selasa (27/10/2026).

Arfan menyebut pelaku MR berusia dewasa antara 25-26 tahun. Pelaku disebut dengan sengaja melakukan kekerasan terhadap korban.

"Pelakunya yang pasti bukan suporter, yang pasti adalah remaja yang bisa dibilang kurang lebih usia 25-26 tahun," kata Arfan.

"Yang pasti bukan dibilang suporter yang diisukan dan sebagainya, karena pelaku yang kita amankan dia pada saat di sana, dia langsung melakukan, sengaja untuk kekerasan tersebut," imbuhnya.

(rdh/azh)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.