Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Polisi Portugal Bentrok dengan Pendemo Isu Perumahan, 13 Orang Ditangkap

Pasukan polisi membubarkan kamp pengunjuk rasa di Lisbon dan Porto, menangkap 13 orang dan melukai puluhan lainnya dalam protes krisis perumahan.

Detik 4 menit baca 0 komentar
Polisi Portugal Bentrok dengan Pendemo Isu Perumahan, 13 Orang Ditangkap
Foto: Detik

Jakarta -

Pasukan antihuru-hara menggerebek kamp pengunjuk rasa di Lisbon dan Porto, Portugal. Mereka memukul para demonstran dengan tongkat, menangkap 13 orang, dan menyebabkan puluhan lainnya terluka dalam konfrontasi terbaru terkait krisis perumahan di Portugal.

Dilansir AFP dan Reuters, Minggu (1/11/2026), polisi mendatangi Alun-alun Rossio di Lisbon untuk membubarkan kamp tenda yang didirikan setelah ribuan orang berunjuk rasa. Para pendemo menuntut pemerintah minoritas berhaluan kanan-tengah di Portugal menarik rancangan undang-undang (RUU) sewa properti yang dianggap akan memperburuk krisis perumahan di negara tersebut.

Diketahui, Portugal tengah menghadapi salah satu krisis perumahan terburuk di Eropa, dengan kaum muda sebagai kelompok yang paling terdampak. Harga rumah telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017, dan harga sewa untuk kontrak baru juga melonjak hampir dua kali lipat.

Protes terkait lonjakan biaya perumahan di Portugal semakin intensif dalam beberapa pekan terakhir-fenomena serupa juga terjadi di Spanyol, Prancis, Jerman, dan berbagai negara Eropa lainnya.

Para pengunjuk rasa telah mendirikan lebih dari 50 tenda di Alun-alun Rossio setelah melakukan aksi long march di pusat kota Lisbon pada hari Sabtu yang diikuti oleh ribuan orang.

Pada Minggu pukul 04.30 pagi (04.30 GMT), puluhan petugas-beberapa di antaranya membawa anjing pelacak-mendatangi lokasi perkemahan tersebut. Sebelumnya, komandan polisi Iuri Rodrigues telah memberikan peringatan sebanyak tiga kali kepada para pengunjuk rasa bahwa tenda-tenda yang didirikan secara ilegal itu akan dibongkar jika tidak segera dipindahkan, dan mereka yang melawan dapat dijerat dengan tuduhan pembangkangan.

Ratusan pengunjuk rasa yang berupaya melindungi kamp tenda tersebut dibubarkan oleh polisi yang menggunakan perisai dan tongkat pemukul.

Secara terpisah, polisi juga membongkar kamp tenda serupa-meskipun dalam skala yang lebih kecil-di Alun-alun Dom Joao I, Porto.

13 Orang Ditangkap

Bentrokan pecah tak lama setelah puluhan petugas mendatangi lokasi perkemahan di Alun-alun Rossio, Lisbon, dan kamp yang lebih kecil di Alun-alun Dom Joao I, Porto, sekitar pukul 04.30 pagi.

Para pengunjuk rasa meneriakkan, "Ini seperti kediktatoran,". Sementara pihak kepolisian menyatakan bahwa beberapa orang melemparkan botol dan cat ke arah petugas saat mereka berupaya membongkar tenda-tenda tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, polisi menyebut enam orang ditangkap di Lisbon dan tujuh orang di Porto karena menolak perintah membubarkan diri. Polisi juga menyatakan bahwa 13 petugas terluka dalam insiden tersebut, dengan delapan di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit.

Di Porto, polisi melaporkan bahwa tiga petugas berpakaian preman yang sedang memantau para pengunjuk rasa diserang setelah keberadaan mereka diketahui oleh sekelompok orang.

Menurut polisi, salah satu petugas sempat menunjukkan senjata apinya sebagai upaya pencegahan.

Sejumlah warga sipil juga mengalami luka-luka dalam operasi tersebut. Menurut pernyataan polisi, tindakan itu dilakukan "dengan tegas, seimbang, dan menghormati hak-hak warga negara."

Kelompok aktivis Acampada Lisboa menyatakan lebih dari 30 pengunjuk rasa terluka, termasuk 10 orang yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Mereka juga menyerukan aksi unjuk rasa lanjutan di ibu kota pada Minggu sore sebagai bentuk protes terhadap operasi kepolisian tersebut.

"Kami tidak akan dibungkam," tegas mereka dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, disertai foto-foto pengunjuk rasa yang mengalami memar atau pendarahan akibat apa yang mereka sebut sebagai "kekerasan polisi."

Beberapa pengunjuk rasa tampak membawa bunga anyelir merah, simbol revolusi Portugal tahun 1974, yang merujuk pada pemberontakan damai yang dipimpin militer, yang kala itu berhasil mengakhiri hampir lima dekade kediktatoran. Polisi menyatakan telah menyita 69 tenda di Lisbon dan 30 tenda di Porto.

Perkemahan tersebut didirikan pada Sabtu malam menyusul aksi unjuk rasa damai di kedua kota itu untuk memprotes lonjakan biaya perumahan.

Dalam beberapa pekan terakhir, aparat kepolisian telah berulang kali membongkar perkemahan yang bermunculan di berbagai lokasi di Lisbon dan Porto.

Amnesty International menyatakan "sangat prihatin dengan penggunaan kekuatan yang berlebihan dan tidak proporsional oleh pihak kepolisian".

Ricardo Sa Fernandes, seorang pengacara yang mewakili para pengunjuk rasa di lokasi perumahan di Lisbon, mengatakan ia akan mengajukan tuntutan pidana terhadap menteri dalam negeri dan kepala kepolisian nasional atas penyalahgunaan wewenang.

"Ini adalah malam kelam dalam sejarah demokrasi Portugal. Hal ini sama sekali tidak dapat ditoleransi dan telah melampaui segala batas," ujarnya kepada para wartawan di luar kantor polisi di Lisbon, tempat sebagian orang yang ditahan dibawa.

(yld/gbr)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.