JawaPos.com - Polisi menyebut upaya mediasi antara konten kreator, Herri Pras dengan rombongan atlet MMA Yudi Cahyadi yang mendatangi rumahnya di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, belum menemukan titik temu.
Kedua pihak akhirnya meninggalkan lokasi setelah personel Polsek Gunung Putri berupaya meredam keributan pada Minggu (1/11) malam. Hal ini usai pernyataan-pernyataan Herri yang dinilai menghina Ustadz Adi Hidayat (UAH), Ustadz Abdul Somad (UAS), hingga Habib Umar bin Hafiz.
Kapolsek Gunung Putri Kompol Hillal Adi Imawan membenarkan adanya penggerudukan rumah Herri tersebut. Polisi bergerak ke lokasi setelah menerima laporan melalui layanan darurat 110.
“Semalam (malam Senin) benar kita mendapat laporan 110, kita langsung bergerak cepat ke TKP,” ujar Hillal seperti dikutip dari Radar Bogor (Jawa Pos Grup), Selasa (3/11).
Setibanya di lokasi, petugas berupaya mempertemukan kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui mediasi. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan kesepakatan hingga akhirnya masing-masing pihak pulang.
“Kita upayakan kedua belah pihak untuk mediasi tapi tidak ketemu, akhirnya kedua belah pada bubar atau pulang,” jelasnya.
Hillal juga menyampaikan bahwa Herri telah menempuh jalur hukum dengan membuat laporan polisi di Polres Bogor. Laporan tersebut berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di kediamannya.
“Untuk tuan rumah (Herri Pras) buat LP di Polres,” pungkasnya.
Sebelumnya, Herri menyebut terhadi kekerasan ketika rombongan mendatangi rumahnya dan mendesaknya untuk berduel. Ia menyatakan ditendang hingga terjatuh, kemudian dipukul dan didengkul di bagian ulu hati serta perut setelah menolak bertarung tanpa memenuhi persyaratan yang diajukannya.