Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Sahroni Guyon soal Ijazah Palsu Saat Rapat dengan Mahasiswa, Ini Kata PSI

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, berkelakar tentang pentingnya ijazah saat RDPU dengan mahasiswa. PSI pun memberi respons.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Sahroni Guyon soal Ijazah Palsu Saat Rapat dengan Mahasiswa, Ini Kata PSI
Foto: Detik

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni berkelakar kepada mahasiswa saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) terkait RUU Perampasan Aset dengan mahasiswa LK2 FHUI, Sahroni mengatakan bahwa ijazah itu penting, namun jangan sampai palsu. Apa kata PSI?

"Semakin saya baca tulisan itu, semakin saya dengar itu, semakin saya tidak paham apa isinya, begitu. Dan arahnya, gitu lho. Arahnya semakin tidak paham. Gitu. Kalaupun dikatakan, boleh di-quote, kalaupun dikatakan sebagai menyindir, ya menyindir saja pun ternyata tidak proper," kata Ketua DPP PSI Bestari Barus ketika dihubungi, Selasa (27/10/2026).

Bestari menyebut yang perlu merasa tersinggung harusnya yang mengikuti kegiatan bersama Sahroni itu. Terlebih lagi Sahroni juga sempat menyinggung soal nilai.

"Ya, kalau PSI kan tidak disinggung, apa yang harus kita merasa tersinggung? Justru yang harusnya tersinggung yang mengikuti kegiatan dia dong," tutur dia.

"Dengan merendahkan atau menyetarakan dia dengan kalau angkanya 6,6 ya nggak boleh jadi presiden. Siapa bilang begitu kan? Kan nggak ada aturan itu juga," tambahnya.

Diketahui, guyonan Sahroni itu disampaikan saat Komisi III DPR mengelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) terkait RUU Perampasan Aset dengan mahasiswa Lembaga Kajian Keilmuan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LK2 FHUI) pada Senin (26/10). Awalnya Sahroni menanyakan mimpi dari mahasiswa yang hadir, yang salah satunya mengatakan bermimpi jadi presiden.

"Coba di antara yang hadir di sini, mimpi tertingginya apa coba?" kata Sahroni.

"Saya mau jadi Presiden," jawab salah satu mahasiswa.

Kemudian, Sahroni menyebutkan, selama masih gratis, semuanya bisa bermimpi jadi apa pun. Untuk itu, Sahroni meminta para mahasiswa yang ada tidak hanya pintar urusan akademik saja.

"Kalian juga jangan cuma hanya pintar di universitas. Pintar itu banyak tempat, yang penting kamu punya akal," ucap dia.

"Jangan cuma nilai 6, 6 kayak saya. Kayak saya nih. Kan banyak tuh di Instagram bilang, 'Wah, ini kok orang kayak gini bisa jadi pejabat?'. Daripada nilai 9 kagak jadi ape-ape," tambahnya.

Sahroni mengatakan para mahasiswa harus memiliki kemampuan berpikir di mana pun, dan ijazah bukan jadi indikator utama. Kemudian, Bendum Partai NasDem itu mengingatkan bahwa ijazah memang penting, tapi bukan berarti harus memalsukannya.

"Tapi prinsip smart kita berpikir kapan pun dan di mana pun, kalian harus punya itu. Ijazah tidak jadi level utama. Tapi ijazah perlu, jangan sampai ada ijazah palsu," ucapnya.

(ial/zap)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.