Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Serba-serbi Pilpres Brasil: Yang Menang 4 Periode, Yang Kalah Dicekal

Lula da Silva kembali menang pemilu Brasil untuk masa sebagai Presiden pada 4 periode. Sementara capres yang kalah, Flavi, telah dicekal ke luar negeri.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Serba-serbi Pilpres Brasil: Yang Menang 4 Periode, Yang Kalah Dicekal
Foto: Detik

Jakarta -

Luiz Inacio Lula da Silva kembali menang pemilu Brasil untuk menjabat sebagai Presiden pada 4 periode. Sementara capres yang kalah, Flavio Bolsonaro, telah dicekal untuk bepergian ke luar negeri.

Dilansir AFP dan Reuters, Selasa (27/10/2026), kemenangan tersebut diraih secara dramatis setelah senator sayap kanan Flavio Bolsonaro sempat mengunggulinya pada putaran pertama. Kemenangan Lula mematahkan semua prediksi sekaligus mengamankan masa jabatan keempatnya yang tidak dijalani secara berturut-turut.

Berdasarkan hasil resmi, dia memperoleh 51,75% suara. Sementara Flavio Bolsonaro yang merupakan putra Mantan Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro meraih 48,25%.

Flavio sempat merasa yakin akan menang pada hari pemungutan suara karena keunggulannya dalam berbagai jajak pendapat. Dengan kemenangan Lula, Brasil berhasil membendung gelombang konservatif yang telah melanda sejumlah negara, seperti Argentina, Chili, Kolombia, dan Peru, yang semuanya beralih ke haluan kanan dengan dukungan dari Presiden AS Donald Trump.

Masa kampanye Pemilu Brasil sendiri diwarnai skandal dan saling lempar tuduhan. Pemilu di Brasil sempat diwarnai kekacauan menyusul putusan Mahkamah Agung di saat-saat terakhir yang memperpanjang waktu pemungutan suara selama 2 jam.

Keputusan ini diambil atas permintaan Lula, yang melaporkan bahwa layanan bus di berbagai kota telah dihentikan sehingga menghalangi warga untuk memberikan suara. Flavio Bolsonaro juga sempat meminta perpanjangan waktu di beberapa wilayah akibat hujan deras, namun kubunya mengecam keras keputusan perpanjangan waktu yang diberlakukan secara nasional tersebut.

Kampanye yang sengit ini menunjukkan perpecahan mendalam di negara berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa tersebut. Dalam pidato pertama usai kemenangannya, Lula mengucapkan terima kasih kepada rakyat Brasil yang disebutnya telah memberikan suara untuk 'menjamin demokrasi' di negara tersebut.

"Orang-orang datang untuk memilih karena kita berhasil meyakinkan mereka bahwa memberikan suara sangatlah penting demi menjamin demokrasi di negara ini," kata Lula.

Kemenangan ini disambut kembang api dan suara vuvuzela di Rio de Janeiro, dengan ribuan orang yang mengenakan pakaian serba merah -- warna Partai Pekerja yang menaungi Lula da Silva -- memadati jalanan di Sao Paulo untuk merayakan kemenangan itu.

Flavio Bolsonaro Dicekal

Setelah kalah, Flavio Bolsonaro mengatakan seorang hakim Mahkamah Agung Brasil melarang dirinya untuk meninggalkan negara itu. Flavio mengungkapkan larangan ini muncul sehari setelah dia kalah dalam pilpres dan menolak untuk mengakui kekalahannya dari Lula da Silva.

Dalam pernyataan video yang diunggahnya ke media sosial X dan Instagram, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Flavio mengatakan bahwa sejumlah personel Kepolisian Federal Brasil menyampaikan perintah itu kepadanya setelah dia menjenguk ayahnya yang kini berstatus tahanan rumah.

"Saya menerima perintah untuk menyerahkan paspor saya, dan saya juga dilarang untuk meninggalkan negara ini," kata Flavio dalam pernyataan videonya.

Dia menyebut hakim Mahkamah Agung Alexandre de Moraes menerbitkan perintah tersebut pada Minggu (25/10) malam, tak lama setelah Lula da Silva dinyatakan sebagai pemenang pilpres. Salinan perintah pengadilan itu belum tersedia, dan dasar hukum untuk pembatasan perjalanan itu masih belum jelas.

Flavio menyebut perintah semacam itu sebagai "upaya terang-terangan untuk mengintimidasi saya". Flavio memang sedang diselidiki atas dugaan korupsi dan pencucian uang terkait pendanaan film biopik tentang ayahnya. Dia telah membantah melakukan pelanggaran hukum apa pun.

Flavio mengatakan perintah pengadilan itu didasarkan pada pernyataan tanggal 23 Oktober yang dilontarkan saudaranya, Eduardo Bolsonaro, yang menyarankan agar dia meninggalkan Brasil jika kalah dalam pilpres. Eduardo diketahui kini tinggal di Amerika Serikat (AS).

"Saya tidak pernah mengatakan hal itu," tegasnya. "Saya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan negara ini," ucap Flavio dalam pernyataannya.

Dia menambahkan dirinya akan mematuhi perintah penyerahan paspor, namun sembari mengajukan keberatan atas perintah pengadilan tersebut. Flavio juga menegaskan upayanya untuk membatalkan hasil pilpres tahun ini.

"Untuk menghadapi kekacauan ini, saya akan mengorganisasi kubu oposisi," ujarnya.

(haf/haf)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.