JawaPos.com - Tata kelola bantuan sosial di Indonesia bersiap menghadapi babak baru melalui peluncuran sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) berbasis digital secara nasional.
Pemerintah menjadwalkan peluncuran portal ini tepat pada momentum Hari Pahlawan, 10 November 2026, guna memperkuat transparansi dan ketepatan sasaran subsidi bagi puluhan juta warga.
Langkah ini dirancang untuk mengubah mekanisme penyaluran subsidi agar langsung menyasar penerima yang berhak melalui skema transfer tunai.
Berdasarkan data awal, lebih dari 10 juta kepala keluarga tercatat telah masuk ke dalam sistem pendaftaran mandiri maupun pendataan awal pemerintah.
Mekanisme Verifikasi dan Peran Agen Perlinsos
Dikutip dari Youtube Info Bansos, proses registrasi atau pembaruan data pada portal Perlinsos tidak serta-merta menjamin pencairan dana langsung cair di hari yang sama.
Setiap data pendaftaran tetap wajib melalui tahapan verifikasi serta validasi kependudukan melalui Dukcapil dan kelayakan sosio-ekonomi secara bertahap.
Untuk mengantisipasi kendala teknis di tingkat akar rumput, para agen Perlinsos, termasuk pendamping PKH dan petugas sosial setempat, telah disiagakan.Â
Kehadiran petugas ini difokuskan untuk memandu kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas agar tidak tertinggal dalam gelombang digitalisasi pelayanan sosial.