JAKARTA, iNews.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan peringatan keras kepada pihak luar negeri yang kerap melontarkan kritik atau mengolok-olok Indonesia terkait kebijakan energi nasional. Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi aturan dan kontrak kerja sama, namun menuntut adanya asas timbal balik (equal treatment) serta sikap saling menghargai antarnegara.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Bahlil dalam konferensi pers usai menggelar rapat intensif terkait ketahanan energi nasional dan kebutuhan industri di dalam negeri. Ia menyoroti polemik pemotongan pasokan ekspor gas pipa yang sempat dipersoalkan oleh negara tetangga.
Menurut Bahlil, total ekspor gas pipa Indonesia ke negara sahabat tersebut mencapai 409,5 million British thermal units per day (MMBTUD). Penyesuaian atau pemotongan pasokan yang dilakukan baru-baru ini hanya sebesar 31 MMBTUD—atau sekitar 8 persen—dan masih berada jauh di dalam batas minimal kontrak yang disepakati.