Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah yang Satu, Tanah Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa yang Satu, Bangsa Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia
Lanjutkan dari posisi terakhir
Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar ajang nostalgia Kongres Pemuda II Tahun 1928. Tapi juga Suara dan aksi nyata untuk krisis iklim Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah yang Satu, Tanah Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa yang Satu, Bangsa Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia
JawaPos.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar ajang nostalgia Kongres Pemuda II Tahun 1928.
Tahun ini, momen Sumpah Pemuda diperingati di tengah berbagai persoalan lingkungan yang mendera bangsa dan perlu penanganan segera.
Mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum juga mereda, kekeringan, hingga banjir yang melanda sejumlah wilayah.
Di tengah persoalan besar itu, elemen-elemen pemuda dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam menyuarakan solusi, sekaligus melakukan aksi nyata untuk menanggulangi krisis lingkungan yang ada.
Secara individu maupun melalui organisasi lingkungan seperti Greenpeace Indonesia dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), anak-anak muda lantang bersuara, menyampaikan keresahan dan kekhawatiran atas dampak krisis iklim yang tidak kunjung tertangani dengan baik.
Pemerintah pun diharapkan mau bekerja sama dengan memenuhi tuntutan yang disuarakan oleh anak-anak muda dan ikut mengampanyekan aksi nyata untuk menjaga alam Indonesia.
Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia Jeany Sirait menegaskan, suara anak muda hari ini sangat penting.
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.