Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Tak Cukup Didaur Ulang, Sampah Kampus Perlu Dikelola dengan Cara Ini

Pengelolaan sampah kampus tak cukup hanya dengan daur ulang. Simak konsep ekonomi sirkular dan tujuh aspek penting untuk mewujudkan kampus berkelanjutan.

iNews 1 menit baca 0 komentar
Tak Cukup Didaur Ulang, Sampah Kampus Perlu Dikelola dengan Cara Ini
Foto: iNews

JAKARTA, iNews.id - Sampah yang dihasilkan lingkungan kampus tidak cukup ditangani dengan memilah dan mendaur ulang. Pengelolaannya membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh, mulai dari mengurangi sampah sejak sumber, menentukan metode pengolahan sesuai jenis material, hingga memanfaatkan kembali sumber daya yang masih memiliki nilai.

Tantangan tersebut terlihat di Universitas Indonesia (UI), Depok, yang menghasilkan sekitar 5 ton sampah setiap hari. Besarnya volume sampah membuat proses pemilahan, pengelolaan, dan penentuan teknologi pengolahan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Data dari Direktorat Operasi, Pemeliharaan Fasilitas dan Manajemen Aset (DOPFMA UI) tersebut disampaikan dalam diskusi Jejak Asri On The Move di UI. Forum yang melibatkan Center of Sustainability and Waste Management (CSWM UI), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, dan Kampanye Indonesia Asri itu membahas penerapan ekonomi sirkular sebagai salah satu pendekatan untuk mengatasi persoalan sampah di kampus.

Lantas, bagaimana cara mengelola sampah agar tidak sekadar berakhir di tempat pembuangan?

Ekonomi Sirkular, Cara Memaksimalkan Pemanfaatan Sampah

Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah ekonomi sirkular. Konsep ini berupaya mempertahankan nilai material selama mungkin melalui pengurangan penggunaan sumber daya, pemakaian kembali, perbaikan, dan daur ulang.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.