Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Target Walkot Bekasi Bangun 2 Halte Usai Disinggung Pramono

Pembangunan dua Halte Transjabodetabek di Bekasi ditargetkan rampung awal Desember 2026.

Liputan 6 2 menit baca 0 komentar
Target Walkot Bekasi Bangun 2 Halte Usai Disinggung Pramono
Foto: Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto merespons pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai pembangunan halte Transjabodetabek di Bekasi.

Ia memastikan pembangunan dua halte tersebut sudah berjalan dan ditargetkan rampung pada awal Desember 2026.

"Udah mulai (dibangun). Di lapangan sudah ada fisiknya," kata Tri usai meneken kerja sama pengelolaan sampah antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dia menjelaskan, pekerjaan pembangunan halte saat ini sudah mencakup pengerjaan pondasi. Sementara itu, pemasangan struktur halte masih membutuhkan proses karena menggunakan komponen yang dibuat terlebih dahulu atau sistem knock-down.

"Cuman kan erection-nya kan tentu perlu pesen itu kan, karena itu kan barang jadi ya, knock down gitu. Tapi untuk apa namanya, untuk kegiatan pondasi dan sebagainya sudah jalan," ungkap dia.

Menurut Tri, terdapat dua halte yang dibangun di Bekasi. Dia menargetkan pengerjaan keduanya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan.

"Targetnya harusnya sih ya awal-awal Desember harusnya selesai. Satu (halte), bulan ini selesai," kata dia.

Terkait bentuknya, Tri memperkirakan halte tersebut akan menyerupai halte bus rapid transit (BRT) yang ada di Jakarta. Ia berharap fasilitas transportasi di Bekasi tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh dengan halte di ibu kota.

"Rasanya kayaknya begitu, karena cukup besar dan relatif ya kita apa ya, jangan sampailah terlalu jauh bedanya dengan yang ada di Jakarta," ucapnya.

 

Pemprov DKI Siap Bantu Pemkot Bekasi

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov DKI terbuka untuk membantu Pemkot Bekasi dalam pembangunan halte apabila diperlukan.

Hal ini disampaikan Pramono menanggapi keluhan mengenai halte Transjabodetabek di wilayah Bekasi yang hingga saat ini belum dibangun.

"Ada pertanyaan dari para pengguna, terutama dari warga Bekasi, 'Kenapa haltenya enggak dibangun-bangun?' begitu. Sebab kalau haltenya enggak dibangun, nanti kami yang bangunin, nanti salah malahan. Tetapi kalau enggak dibangun, nanti kami yang bangunin enggak apa-apa juga," kata Pramono.

Pramono menyampaikan bahwa dukungan tersebut dimungkinkan dalam kerja sama antardaerah.

Pramono menyebut jumlah penumpang Transjabodetabek dari Bekasi saat ini berkisar 4.000 hingga 5.000 orang per hari. Sementara itu, jumlah penumpang dari Bogor mencapai sekitar 8.000 hingga 10.000 orang per hari.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.