Jakarta -
Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv menegaskan konsistensinya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ia pun berkomitmen untuk mewakili seluruh warga Bandung dan Bandung Barat.
"Ketika saya sudah menerima amanah, saya bukan lagi milik keluarga saya. Saya bukan milik para sahabat saya. Tapi saya milik masyarakat Kabupaten Bandung dan Bandung Barat," tegas Rajiv dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian peringatan HUT ke-15 Partai NasDem serta Hari Sumpah Pemuda, sekaligus konsolidasi bersama relawan serta ribuan warga Bandung dan Bandung Barat, pada Sabtu (31/10/2026).
Pada kesempatan tersebut, Rajiv mengaku tak menyangka bisa berkumpul bersama ribuan relawan dan warga. Ia juga mengenang awal perjalanannya bersama masyarakat Bandung lima tahun silam.
"Kalau saya mengingat kembali lima tahun lalu, saya mulai membantu masyarakat Bandung ketika ada Covid-19. Dari situlah perjalanan saya bersama masyarakat dimulai," ungkap Anggota Komisi IV DPR RI itu.
Saat masa reses, Rajiv mengaku sengaja kembali ke tempat pertama kali bertemu warga.
"Saya mengingat dan merefleksikan kembali perjalanan itu, karena saya harus selalu ingat janji saya kepada masyarakat," imbuhnya.
Rajiv mengatakan masih memegang teguh janji yang disampaikannya saat kampanye. Bahkan, ia mempersilahkan warga untuk tidak lagi memilihnya apabila ingkar terhadap janji tersebut.
"Jangan pernah pilih saya lagi kalau setelah terpilih saya lupa kepada masyarakat Kabupaten Bandung dan Bandung Barat. Jangan pernah pilih saya lagi kalau saya lupa," tegasnya.
Rajiv menyadari kursinya di Parlemen Senayan saat ini merupakan hasil perjuangan bersama warga Bandung dan Bandung Barat.
"Tanpa perjuangan Bapak, Ibu semuanya, enggak mungkin saya berdiri sebagai Anggota DPR RI. Enggak mungkin saya bisa bicara di panggung ini. Dan, enggak mungkin saya bisa membantu masyarakat sebanyak ini tanpa perjuangan dari Bapak, Ibu semua," tuturnya.
Rajiv menyatakan komitmennya untuk mewakili seluruh warga Bandung dan Bandung Barat dengan mengunjungi berbagai wilayah saat reses, termasuk daerah yang tidak menjadi basis perolehan suaranya pada Pemilu 2024.
"Mau yang kalah, mau yang menang, semuanya saya datangi. Karena saya adalah wakil masyarakat Kabupaten Bandung dan Bandung Barat. Saya enggak cuma datangi relawan saya karena dia banyak suaranya. Saya datangi juga tempat di mana saya kalah, agar dia sadar, ternyata wakil ini yang benar," ungkapnya.
Sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda, Rajiv menekankan kepada Baraya Rajiv agar terus mempererat silaturahmi dan konsolidasi. Pasalnya, mereka tidak lagi sekadar berjalan bersama rakyat, tetapi berlari bersama rakyat.
Rajiv pun mengaku terkesan dengan antusiasme warga yang hadir.
"Saya melihat antusiasmenya, saya juga pusing, di luar ekspektasi," jelasnya.
Hingga kini, Rajiv mengaku masih rutin turun langsung ke tengah masyarakat.
"Masih, sudah 555 titik," katanya.
Dari ratusan titik yang ia datangi, Rajiv menampung beragam keluhan warga. Ia pun berjanji menuntaskannya secara bertahap.
"Keluhan-keluhan itu satu per satu kita penuhi, kita jalani. Pelan-pelan saya usahakan, sebelum periode berikutnya paling tidak bisa mengurangi beban mereka," tegasnya.
Rajiv mengungkapkan persoalan yang paling banyak dikeluhkan warga belakangan ini adalah soal desil. Selain itu, kebutuhan para petani yang menjadi perhatiannya sebagai anggota Komisi IV DPR RI membidangi pertanian.
"Paling hot kemarin desil di tengah masyarakat. Kedua, para petani, standar, saya bisa penuhi. Jalan usaha tani kita bantu, karena hari ini efisiensi ada di mana-mana," pungkasnya.
(anl/ega)