SURABAYA, iNews.id - Kasus pembunuhan sadis yang menimpa seorang ibu dan anak berusia empat tahun di Madiun, Jawa Timur, terus mengungkap fakta-fakta mengejutkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologi kepolisian, pelaku diketahui memiliki tingkat kecerdasan (IQ) di atas rata-rata serta berpendidikan tinggi dari salah satu perguruan tinggi ternama di Jawa Timur.
Dalam melancarkan aksinya, pelaku yang kesehariannya bekerja sebagai petugas survei pemetaan ini diduga merencanakan kejahatannya secara detail dan rapi. Berdasarkan hasil pendalaman penyelidikan, aksi sadis tersebut terinspirasi dari adegan film yang kerap ditonton oleh pelaku.
Pelaku terbukti merencanakan seluruh skenario pembunuhan dan upaya menghilangkan jejak kejahatan dengan matang. Mulai dari membeli peralatan secara daring (online), membangun tungku pembakaran, hingga menggunakan mesin pencacah untuk menghancurkan sisa-sisa tubuh korban agar tidak dikenali. Bahkan, sebagian alat bukti sempat dijual kembali setelah digunakan untuk menghilangkan jejak.