Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Tito Pastikan Pemulihan Sumatera Berlanjut di Tengah Risiko Bencana

Pemerintah percepat penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Fokus pada perbaikan infrastruktur agar akses masyarakat segera pulih.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Tito Pastikan Pemulihan Sumatera Berlanjut di Tengah Risiko Bencana
Foto: Detik

Jakarta -

Pemerintah mempercepat penanganan banjir dan tanah longsor susulan yang kembali terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Perbaikan diprioritaskan pada jalan dan jembatan yang kembali rusak agar akses masyarakat segera pulih dan kegiatan rehabilitasi serta rekonstruksi tetap berjalan.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah infrastruktur yang telah ditangani kembali terdampak. Kondisi tersebut menuntut respons cepat dan kerja berkelanjutan dari kementerian/lembaga serta pemerintah daerah.

"Jembatan yang sudah dibangun terbawa arus lagi, banjir bandang. Di Aceh, jalan antara Aceh Tengah sampai Bireuen yang sudah bisa dilalui, longsor lagi. PU harus bekerja lebih keras lagi. Itulah tantangan yang kita hadapi, tetapi kita terus jalan," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).

Hal tersebut disampaikannya hari ini seusai rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera di Jakarta.

Di Aceh, banjir susulan kembali melanda Aceh Tenggara, sedangkan ruas jalan yang menghubungkan Aceh Tengah dan Bireuen kembali tertutup longsor. Pemerintah terus menangani titik-titik terdampak agar konektivitas masyarakat tidak terputus dalam waktu lama.

Penanganan bencana susulan di Sumatera Utara difokuskan pada sejumlah wilayah, termasuk Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah. Sementara itu, di Sumatera Barat, banjir kembali melanda Kabupaten Solok dan Kota Padang setelah penanganan sebelumnya diprioritaskan di Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.

Tito menegaskan pemulihan di tiga provinsi berlangsung ketika risiko bencana masih berjalan. Curah hujan tinggi dapat memicu kerusakan baru pada lokasi yang telah ditangani sehingga pemantauan, kesiapan alat, dan koordinasi lapangan harus terus diperkuat.

"Bencana Sumatera yang ada di tiga provinsi ini bukan sekali kejadian selesai. Curah hujan yang sangat tinggi membuat terjadi bencana susulan lagi. Ini salah satu penghalang kita untuk melakukan pemulihan," ungkap Tito.

Di tengah tantangan tersebut, pemerintah memastikan seluruh agenda pemulihan terus dilaksanakan. Tito meminta 29 kementerian/lembaga yang telah menerima anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi segera mempercepat ribuan kegiatan, mulai dari perbaikan sekolah dan rumah warga hingga pembangunan jalan dan jembatan.

Kegiatan yang telah memperoleh dukungan anggaran pada 2026 didorong selesai sesuai target sebelum 31 Desember. Pemerintah daerah juga diminta mengoptimalkan anggaran daerah dan tambahan anggaran yang telah disalurkan untuk menangani kebutuhan mendesak serta mendukung program kementerian/lembaga.

Untuk mengantisipasi kebutuhan akibat kerusakan berulang, Tito meminta Kementerian PPN/Bappenas meninjau kembali kegiatan dalam rencana induk pemulihan. Kementerian Keuangan juga diharapkan menyiapkan dukungan anggaran lanjutan agar pekerjaan yang kembali terdampak dapat segera dilaksanakan tanpa menghambat program lain.

"Harapan kami, koordinasi ini akan mempercepat semua proses. Kementerian/lembaga bergerak dan mendorong pemerintah daerah, dengan anggaran masing-masing maupun tambahan anggaran, agar bergerak lebih cepat. Harapan kita tentu terjadi percepatan pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana Sumatera di tiga provinsi," pungkas Tito.

(akn/ega)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.