Jakarta -
Truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) terbalik di Jalan Poros Maros-Watampone, tepatnya di Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Jumat (6/11) sekitar pukul 12.30 WITA.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Truk tangki BBM terbalik di Maros Sulawesi Selatan menyebabkan tumpahan Pertalite. PT Elnusa Petrofin memastikan tidak ada korban dan distribusi BBM tetap aman.
Jakarta -
Truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) terbalik di Jalan Poros Maros-Watampone, tepatnya di Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Jumat (6/11) sekitar pukul 12.30 WITA.
Mobil tangki berkapasitas 16 KL tersebut membawa BBM Pertalite 8 KL dan Biosolar 8 KL dari Integrated Terminal (IT) Makassar menuju SPBU. Insiden tersebut menyebabkan muatan Pertalite tumpah ke jalan.
"Yang terbalik mobil tangki yang memuat BBM isi pertalite mobil ukuran 8.000 liter dari arah Maros menuju Camba ke Bone," kata Kasi Sarpras dan Informasi Damkarmat Maros, M. Ilham, Jumat (6/11/2026).
Menanggapi kejadian tersebut, PT Elnusa Petrofin selaku pengelola mobil tangki menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Perusahaan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
"PT Elnusa Petrofin menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat insiden ini. Perusahaan memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Mobil tangki beserta tumpahan muatan telah dievakuasi pada pagi hari ini dengan dukungan dan koordinasi bersama pihak kepolisian serta pemadam kebakaran setempat," ujar Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).
Ia mengatakan mobil tangki beserta tumpahan muatan telah dievakuasi pada Sabtu pagi dengan dukungan dan koordinasi bersama pihak kepolisian serta pemadam kebakaran setempat.
"Telah dilakukan proses pemindahan produk (overtap) sebanyak 8 KL Pertalite dan 8 KL Biosolar ke Mobil Tangki pengganti agar pengiriman BBM ke SPBU tujuan dapat segera dilanjutkan. Pemindahan produk Pertalite telah selesai dilakukan pada 7 November 2026 pukul 09.25 WITA, termasuk proses evakuasi Mobil Tangki serta penanganan tumpahan muatan dengan bantuan pihak Kepolisian dan Damkar setempat," paparnya.
Perusahaan juga memastikan kedua Awak Mobil Tangki (AMT) yang bertugas dalam kondisi selamat dan aman.
"Dalam kejadian tersebut, kedua Awak Mobil Tangki (AMT) yang bertugas dilaporkan dalam keadaan selamat dan aman. Berdasarkan pemeriksaan Fit to Work (FTW), keduanya dinyatakan dalam kondisi fit to work dan tidak memiliki keluhan kesehatan," jelasnya.
Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi dan verifikasi bersama pihak kepolisian serta tim terkait. Pemeriksaan dilakukan dengan mempertimbangkan kronologi kejadian, kondisi kendaraan, data GPS, dan sejumlah informasi pendukung lainnya.
Perusahaan juga memastikan insiden tersebut tidak berdampak pada ketersediaan BBM di SPBU tujuan. Mobil tangki pengganti telah disiapkan untuk melanjutkan pengiriman sehingga distribusi BBM tetap berjalan.
"Insiden ini juga tidak berdampak pada ketersediaan BBM di SPBU tujuan, karena Perusahaan telah mengirimkan mobil tangki pengganti untuk memastikan kelancaran distribusi BBM. Sementara itu, terkait penyebab kejadian, kami terbuka dan turut membantu investigasi dari pihak berwenang," tegasnya
Sebagai tindak lanjut, Elnusa Petrofin akan melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan berkendara dan operasional distribusi BBM. Pemeriksaan terhadap data pendukung serta kepatuhan pada prosedur keselamatan juga menjadi bagian dari proses evaluasi.
"Elnusa Petrofin menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini dan berkomitmen untuk memastikan setiap kegiatan operasional senantiasa mengutamakan keselamatan pekerja, masyarakat, serta lingkungan. Perusahaan akan terus melakukan penanganan dan evaluasi secara menyeluruh guna menjaga keselamatan serta kelancaran distribusi BBM," tutupnya.
(akn/akn)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.