Jakarta -
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalin kerja sama dengan PT Solaris Scientific Indonesia dan Oncode Group untuk mengembangkan pusat riset dan pemeriksaan genomik, khususnya di bidang kanker. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pemetaan karakteristik molekuler kanker sebagai salah satu dasar pertimbangan penanganan yang lebih presisi.
Adapun kerja sama tersebut dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di lantai dasar Gedung AR Fachruddin A UMY, Kamis (29/10). MoU ditandatangani Rektor UMY, Prof Achmad Nurmandi dan Chief Executive Officer (CEO) PT Solaris Scientific Indonesia, Natasha Putri Sutisna.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan Genomics & AI Center of Excellence, termasuk pendirian UMY Genomic Center. Pusat tersebut direncanakan berlokasi di Gedung Dasron Hamid Research and Innovation Center (DHRIC) UMY.
Dukung Pengembangan Pemeriksaan Kanker Presisi
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Supriyatiningsih mengatakan kerja sama ini menjadi langkah untuk meningkatkan kapasitas riset dan pemanfaatan teknologi genomik.
Menurutnya, pemetaan perubahan DNA yang berkaitan dengan kanker berpotensi membantu tenaga medis menentukan pendekatan penanganan yang sesuai dengan karakteristik penyakit pasien.
"Kami melihat bahwa kasus kanker di Indonesia masih menjadi persoalan yang sangat besar dan pertambahan kasusnya setiap tahun juga cukup tinggi. Karena itu, UMY ingin bergerak menuju kemampuan pemetaan penyakit kanker menggunakan basis genomik atau DNA, termasuk targeted DNA test and treatment. Teknologi ini sangat menjanjikan untuk membantu masyarakat yang terdampak kanker, terutama dalam mendukung penanganan yang lebih tepat dan meningkatkan angka harapan hidup pasien," jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).
Secara klinis, pemeriksaan biomarker genomik dapat membantu mengidentifikasi perubahan pada kanker yang relevan dengan pilihan terapi. Namun, hasil pemeriksaan tidak selalu menemukan target yang dapat ditangani dengan obat yang tersedia, dan manfaatnya bergantung pada kondisi masing-masing pasien.
Siapkan Fasilitas Riset dan Pemeriksaan Genomik
UMY Genomic Center direncanakan dilengkapi peralatan dari PT Solaris Scientific Indonesia dan Oncode Group. Fasilitas tersebut akan dikembangkan untuk mendukung pendidikan, penelitian, pengurutan genom atau genomic sequencing, serta pengujian genomik.
UMY juga membuka peluang kerja sama pemanfaatan fasilitas dengan rumah sakit Muhammadiyah, rumah sakit umum daerah (RSUD), dan pusat pelayanan kanker lainnya.
Supriyatiningsih menjelaskan bahwa pengembangan riset tidak dibatasi pada satu jenis kanker. Pemetaan genomik diharapkan memberikan informasi yang dapat mendukung pemahaman terhadap karakteristik penyakit.
"Pemetaan ini mencakup berbagai jenis kanker karena setiap individu memiliki karakteristik genetik yang perlu dipahami. Ke depan, penanganan kanker juga akan semakin mengarah pada penggunaan DNA targeted treatment. Dengan demikian, pemetaan gen yang berkaitan dengan perkembangan kanker pada seseorang menjadi bagian penting dalam keseluruhan proses penanganannya," ungkapnya.
Perluas Kolaborasi Penelitian
Teknologi pengurutan generasi berikutnya atau next-generation sequencing (NGS) menjadi salah satu teknologi yang akan dikembangkan melalui kerja sama tersebut.
Pemanfaatan fasilitas direncanakan terbuka bagi peneliti UMY maupun perguruan tinggi lain melalui kolaborasi penelitian. Kerja sama ini juga diharapkan memperluas peluang pengembangan riset lintas institusi dan akses pendanaan internasional.
"Besar harapan kolaborasi ini menjadi bagian dari kontribusi UMY dalam pengembangan teknologi kesehatan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Manfaatnya diharapkan tidak berhenti pada lingkungan kampus maupun jaringan Muhammadiyah, tetapi dapat menjangkau masyarakat Indonesia secara lebih luas," ujar Supriyatiningsih.
Upayakan Akses Pemeriksaan yang Lebih Luas
Perwakilan Oncode Group, Samuel Kong Chow Wee menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan strategi untuk memperluas akses pemeriksaan genomik di Indonesia.
Ia menyebut target awal sebanyak 6.000 pemeriksaan NGS dengan mempertimbangkan kebutuhan pemeriksaan kanker dan potensi jejaring rumah sakit serta poliklinik Muhammadiyah.
"Kami melihat kebutuhan yang besar terhadap pemeriksaan genomik di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan UMY dan jaringan rumah sakit, kami ingin memperluas akses terhadap pemeriksaan yang lebih presisi sekaligus mengupayakan layanan yang lebih terjangkau bagi pasien," kata Samuel.
Selain pengembangan fasilitas, kerja sama diarahkan pada pelatihan teknologi genomik, pengembangan kurikulum, dan penelitian kolaboratif di bidang kanker. Pelaksanaannya diharapkan memperkuat kapasitas akademik sekaligus mendukung pengembangan layanan kesehatan berbasis bukti.
(ega/ega)