JawaPos.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memilih tidak memberikan jawaban ketika ditanya mengenai dugaan aliran uang ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Hal ini setelah Nusron menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Nusron menjalani pemeriksaan kurang lebih selama lima jam, sejak pukul 09.22 WIB hingga pukul 14.49 WIB. Berbagai pertanyaan oleh awak media menyasar Nusron setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon dan penerimaan lainnya di Kementerian ATR/BPN.
Nusron lebih dahulu menjelaskan mengenai prosedur perizinan perjalanan dinas pejabat negara, khususnya ketika dirinya melakukan perjalanan ke luar negeri. Ia menegaskan, setiap perjalanan dinas yang dilakukan dipastikan mendapat persetujuan dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
“Gini ya, gini mas ya, saya pejabat publik, seorang menteri, kalau dinas ke luar kota apalagi ke luar negeri, dipastikan ada surat izin perjalanan dari Kementerian Sekretariat Negara," kata Nusron usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/11).
Nusron hendak menjelaskan alasan ketidakhadirannya dalam dua kali panggilan pemeriksaan KPK, pada Rabu (7/10) dan Kamis (15/10). Namun, seketika Nusron memilih bungkam dan berkilah dari berbagai pertanyaan awak media."Jadi kami tidak pernah…,” ucapnya menghindari pertanyaan awak media.
Ketika kembali ditanya wartawan mengenai dugaan aliran uang yang berkaitan dengan Muktamar ke-35 PBNU, Nusron tidak memberikan tanggapan. Ia memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan tersebut.
Situasi semakin tertutup ketika ajudan Nusron berupaya menghalangi wartawan yang hendak meminta penjelasan lebih lanjut. Nusron pun tidak menyampaikan klarifikasi mengenai pertanyaan tersebut sebelum meninggalkan lokasi.
Diketahui, Nusron memenuhi pemeriksaan KPK pada Rabu (4/11) dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut Nusron datang untuk memenuhi panggilan sebelumnya, meskipun pada hari ini tidak ada jadwal pemeriksaan resmi.
"Benar, hari ini Rabu (4/11), Sdr. NW hadir memenuhi panggilan sebelumnya. Jadi sebenarnya memang tidak ada penjadwalan pemeriksaan untuk hari ini," tegasnya.