JawaPos.com - Konten kreator, Herri Pras sempat dievakuasi ke Polsek Gunung Putri. Hal ini setelah rumahnya digeruduk rombongan petarung MMA dari Bandung, salah satunya Yudi Cahyadi. Evakuasi dilakukan setelah polisi tiba di lokasi menyusul insiden yang disertai kekerasan.
"Alhamdulillah, tanda kutip telah diselamatkanlah ya. Kami berterima kasih kepada kesigapan jajaran Polri, dalam hal ini Polsek Gunung Putri yang telah mengevakuasi klien kami," ujar kuasa hukum Herri di Instagram Herri, dikutip Senin (2/11).
Menurut kuasa hukum, pihaknya sempat berupaya mencari jalan tengah melalui mediasi di Polsek Gunung Putri. Namun, dalam proses tersebut, Herri justru disebut diminta memenuhi sejumlah persyaratan oleh pihak petarung MMA.
Kuasa hukum menilai, persyaratan itu tidak semestinya dibebankan kepada Herri yang mereka posisikan sebagai korban dugaan kekerasan.
Situasi semakin sulit ketika pertemuan untuk melanjutkan mediasi dilakukan. Kuasa hukum menyebut sebagian orang yang sebelumnya datang ke rumah Herri sudah tidak berada di tempat, termasuk pihak yang mereka duga sebagai pelaku utama.
"Pelaku-pelaku utamanya malah enggak ada di tempat, " kata kuasa hukum tersebut.
Absennya sejumlah pihak tersebut dinilai menghambat proses rekonsiliasi. Kuasa hukum Herri mengatakan, upaya perdamaian menjadi sulit dilanjutkan karena pihak-pihak yang perlu dimintai pertanggungjawaban tidak lagi berada di lokasi.
Atas kondisi itu, tim kuasa hukum akhirnya memutuskan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan membuat laporan ke Polres Bogor.
Sebelumnya, Herri mengaku mengalami kekerasan ketika rombongan mendatangi rumahnya dan mendesaknya untuk berduel. Ia menyatakan ditendang hingga terjatuh, kemudian dipukul dan didengkul di bagian ulu hati serta perut setelah menolak bertarung tanpa memenuhi persyaratan yang diajukannya.