JawaPos.com - Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah kediamannya di Kabupaten Bogor didatangi petarung MMA Yudi Cahyadi bersama sejumlah orang.
Melalui video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Herri mengakui bahwa selama ini dirinya keliru dalam menyampaikan kritik maupun bantahan terhadap sejumlah tokoh agama.
Ia menilai gaya komunikasinya yang terlalu keras dan berapi-api membuat pesan yang ingin disampaikan justru tidak tersampaikan dengan baik.
Herri mengakui kritik seharusnya disampaikan secara tenang dan bijak, bukan dengan nada tinggi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan. Ia pun meminta maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.
"Pertama-tama di video ini saya ingin mengucapkan permohonan maaf kepada Prof. Adi Hidayat, terhadap UAS, dan terhadap seluruh elemen masyarakat atas kegaduhan yang terjadi ini," ujar Herri, dikutip Kamis (5/11/2026).
Rumah Herri Pras Didatangi Petarung MMA
Permintaan maaf tersebut muncul setelah polemik konten Herri menjadi perhatian publik. Sebelumnya, petarung MMA Yudi Cahyadi mendatangi rumah Herri di Kabupaten Bogor bersama sejumlah orang.
Yudi mengaku kedatangannya dipicu oleh konten Herri yang dinilai telah mencela dan menghina sejumlah ulama. Selain UAH dan UAS, nama Tuan Guru Bajang serta Habib Umar bin Hafiz juga disebut dalam polemik tersebut.
Yudi bahkan mengaku ingin menyelesaikan persoalan melalui duel satu lawan satu dengan konsep tanpa aturan atau no rules.
Ia menyebut Herri pernah melontarkan tantangan serupa, tetapi dinilai tidak bersedia ketika diajak bertarung secara langsung.