Jakarta -
Sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang ibu menganiaya anak kandungnya yang masih berusia 4 tahun viral di media sosial. Polisi kini memburu ibu korban.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang ibu menganiaya anak kandungnya yang masih berusia 4 tahun viral di medsos. Polisi kini memburu ibu korban.
Jakarta -
Sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang ibu menganiaya anak kandungnya yang masih berusia 4 tahun viral di media sosial. Polisi kini memburu ibu korban.
Dilansir detikKalimantan, Sabtu (7/11/2026), peristiwa itu terjadi di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Dalam rekaman CCTV berdurasi 53 detik tersebut, terlihat seorang anak perempuan mendapat kekerasan fisik dari seorang perempuan yang diketahui merupakan ibu kandungnya.
Perempuan itu tampak menampar wajah korban satu kali dan menendang tubuh anak tersebut sebanyak tiga kali. Bahkan, saat korban sudah terjatuh di lantai, perempuan itu kembali menendangnya dua kali.
Korban terlihat hanya bisa menangis dan tak berdaya menghadapi tindakan tersebut. Rekaman itu juga memperdengarkan sejumlah ucapan kasar yang dilontarkan perempuan tersebut kepada anaknya.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama membenarkan adanya dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak tersebut.
"Ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga," kata Putra saat dikonfirmasi, Jumat (6/11).
Putra mengungkapkan peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Rabu (11/3) sekitar pukul 11.50 WIB di Kecamatan Nanga Tayap, Ketapang. Korban diketahui masih berusia 4 tahun, sedangkan terlapor merupakan ibu kandungnya berinisial RO alias ITA.
"Saat ini, kami masih melakukan upaya pencarian untuk mengetahui keberadaan terlapor," tegasnya.
Baca selengkapnya di sini.
(amw/amw)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.