Jakarta -
Viral seorang penumpang mengeluhkan keberadaan pramubarang atau porter liar di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Para porter liar itu disebut beraksi tanpa diminta dan memaksa penumpang untuk membayar.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, seorang penumpang menyebut dirinya didatangi porter saat baru tiba di bandara dan menawarkan jasa angkut barang hingga ke mobil. Penumpang itu mengaku mendapat kata-kata kasar dari porter tersebut karena nominal yang diberikan sedikit.
Penumpang itu mendesak pengelola bandara agar segera menindak porter liar tersebut. Ia khawatir keberadaan porter liar itu dapat merusak citra Lombok.
Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara BIZAM, Hidya Putri Ramadhina, mengaku telah menindak porter liar yang dimaksud. Hidya mengatakan penindakan dilakukan petugas Aviation Security (Avsec) pada Senin (2/11) malam.
"Kami menyampaikan bahwa yang bersangkutan bukan merupakan petugas porter resmi yang beroperasi di lingkungan bandara," kata Hidya dalam keterangan tertulis, dilansir detikbali, Selasa (3/11/2026).
Hidya menjelaskan porter resmi di Bandara BIZAM dilengkapi identitas khusus berupa seragam saat memberikan layanan porter. Ia meminta pengguna jasa bandara untuk memastikan petugas yang menawarkan layanan porter tersebut mengenakan seragam resmi.
Hidya mengatakan pengelola bandara telah menyiagakan petugas pengamanan di area selasar bandara, termasuk personel Avsec serta personel gabungan Bawah Kendali Operasi (BKO) TNI/Polri. Menurutnya, pengelola bandara juga sudah memberi teguran dan peringatan keras agar yang bersangkutan tidak mengulangi aktivitas serupa.
"Terhadap yang bersangkutan, petugas telah memberikan teguran dan peringatan keras agar tidak mengulangi tindakan serupa yang berpotensi mengganggu kenyamanan serta merugikan pengguna jasa bandara," kata Hidya.
Simak selengkapnya di sini.
(yld/idh)