Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Zulhas Beberkan Strategi Tak Lagi Bergantung Impor Pangan di Senator Menyapa

Menko Pangan Zulkifli Hasan ungkap strategi swasembada pangan Indonesia. Tiga langkah utama: memangkas aturan, perbaiki irigasi, dan tingkatkan harga komoditas.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Zulhas Beberkan Strategi Tak Lagi Bergantung Impor Pangan di Senator Menyapa
Foto: Detik

Jakarta -

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan hampir semua hal terkait pangan, Indonesia bergantung pada impor. Pemerintah Indonesia, jelas Zulhas, punya strategi jitu agar tak lagi bergantung lagi dengan impor.

Hal itu dibeberkan Zulhas dalam program Senator Menyapa 2026 dengan tema 'Dua Dasawarsa DPD RI Mengawal Daerah' yang disiarkan di CNN Indonesia, Kamis (5/11/2026). Mulanya, ia mencontohkan Indonesia impor 4,5 juta ton beras hingga 13 juta ton gandum di 2024.

"Oleh karena itu kebijakan utama pasti kita harus swasembada. Karena swasembada itu adalah kehormatan. Kehormatan siapa? Kehormatan kita. Kehormatan saudara-saudara, kehormatan petani, nelayan, peternak Indonesia yang jumlahnya hampir 100 juta orang lebih," kata Zulhas.

Zulhas membeberkan 3 strateginya agar Indonesia tak impor lagi. Pertama, memangkas aturan-aturan yang menghambat.

"Kita merubah kebijakan-kebijakan atau aturan-aturan yang menghambat," jelas Zulhas.

Zulhas mengatakan pada 2024, terdapat 30 juta ton pupuk, namun yang terserap hanya 6 juta. Setelah dirapatkan, Zulhas memangkas dari 145 aturan menjadi 3 aturan saja.

"Saya rapat tiga kali, ya kita rubah aturan itu menjadi 3 (saja) mengenai pupuk. Saya lapor presiden, presiden seminggu cepat sekali keluar perpres," tambah Zulhas.

Pada tahun berikutnya, pupuk yang terserap menjadi 9,5 juta ton. Dengan penggunaan 9,5 juta ton, produksi pupuk naik sekitar 7 sampai 8%.

"Sehingga pupuk terserap 9,5 dan tahun 2025 produksi kita naik dari pupuk aja itu kira-kira hampir 2 juta," lanjutnya.

Kedua, strategi pemerintah yakni memperbaiki produktivitas sawah. Menurutnya, produktivitas sawah bisa digenjot dengan memperbaiki irigasi dan juga jalan menuju irigasi itu.

"Kita lihat irigasinya, irigasinya tidak diperbaiki, tapi yang dibangun jalan menuju irigasi," jelas Zulhas.

Zulhas mengatakan dahulu ada aturan setiap 1.000 ha sawah, irigasi harus dibangun bupati. Kemudian 3.000 ha sawah, irigasi harus dibangun gubernur.

"Kita revisi, kita rapat 2-3 kali, lahir perpres mengenai irigasi boleh dikerjakan (pemerintah) pusat. Kita bangun irigasi besar-besaran pada tahun 2025," lanjutnya.

Kemudian, yang ketiga adalah keberpihakan harga pangan. Zulhas mengatakan selama 30 tahun sebenarnya pemerintah sudah berpihak tetapi belum terasa. Oleh karena itu, Zulhas perbaiki harga komoditas pangan khususnya kepada para petani.

"Kita perbaiki, kita lapor presiden, pak kita minta harga gabah dinaikan Rp 6.500. Kadar airnya 14%-18% kita hapus, any quality, pokoknya petani panen, dibeli Rp 6.500 itu meningkatkan produksi 1-2%. Hingga tahun 2025, kita surplus 4,2 juta (ton). Kita tidak impor lagi beras dan jagung," ucap Zulhas.

(isa/rfs)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.