Jakarta -
Hasil akhir resmi dari pemilu Israel menyatakan koalisi Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menang atas kubu oposisi, namun gagal meraih mayoritas parlemen. Kelompok Houthi membantah telah menargetkan kota suci Makkah dalam serangan terbaru terhadap Arab Saudi.
Ambang batas 61 kursi, dari total 120 kursi parlemen, gagal dicapai oleh koalisi Netanyahu, yang memenangkan total 53 kursi, ataupun kubu oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot, yang memenangkan 48 kursi parlemen. Kendali mayoritas dalam parlemen Israel diperlukan untuk membentuk pemerintahan baru.
Sementara itu, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengecam tuduhan Saudi soal Houthi melancarkan serangan drone ke Makkah sebagai "kebohongan besar dan keterlaluan".
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (30/10/2026):
- Hasil Akhir Pemilu Israel: Netanyahu Unggul Tapi Gagal Raih Mayoritas Parlemen
Komite Pemilu Pusat Israel (CEC) telah merilis hasil akhir resmi dari pemilu legislatif yang digelar 27 Oktober kemarin, yang menyatakan koalisi Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu unggul atas kubu oposisi, namun gagal untuk meraih mayoritas dalam parlemen yang diperlukan untuk bisa membentuk pemerintahan.
CEC, seperti dilansir AFP dan The Times of Israel, Jumat (30/10/2026), mengumumkan hasil akhir pemilu Israel pada Jumat (30/10) pagi waktu setempat, setelah merampungkan pemeriksaan akhir terkait adanya kesalahan atau aduan.
Berdasarkan data CEC, tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,9 persen dari jumlah pemilih yang memenuhi syarat -- sekitar 7,3 juta orang -- dengan total 5,716.655 suara yang masuk dan telah dihitung. Angka itu tercatat sebagai yang tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.
- Trump Pelajari Opsi Serangan Baru ke Iran, 10 Pesawat Militer AS Tiba di Israel
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mendapatkan briefing mengenai opsi-opsi militer terhadap Iran, di tengah pertimbangan Washington untuk melancarkan serangan baru berskala besar. Pada saat bersamaan, setidaknya 10 pesawat militer AS telah mendarat di pangkalan udara Israel pekan ini.
Laporan media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (30/10/2026), menyebutkan bahwa Laksamana Brad Cooper selaku Kepala Komando Pusat Militer AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, telah menjelaskan kepada Trump mengenai opsi-opsi militer baru terhadap Iran dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih pada Kamis (29/10) waktu setempat.
Laporan WSJ itu mengutip keterangan sejumlah pejabat Washington dan orang-orang yang mengetahui jalannya pertemuan terbaru di Gedung Putih tersebut.
- Qatar Bantah Intervensi Pemilu Israel: Tuduhan Konyol!
Qatar membantah tuduhan mencampuri pemilu Israel yang dilontarkan sejumlah politikus Tel Aviv, menyusul keberhasilan partai-partai Arab menambah jumlah kursi parlemen. Otoritas Doha menyebut tuduhan semacam itu sebagai "tuduhan konyol".
Koalisi sayap kanan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, yang gagal mengamankan mayoritas dalam parlemen, menuduh partai-partai Arab Israel telah menerima dana dari Qatar untuk membiayai praktik "jual-beli suara". Tuduhan itu dilontarkan koalisi Netanyahu tanpa memberikan bukti yang kuat.
"Kami dengan tegas membantah tuduhan bahwa Qatar telah mencampuri pemilu Israel atau mendanai aktivitas apa pun yang bertujuan mempengaruhi hasilnya," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, seperti dilansir AFP, Jumat (30/10/2026).
- Presiden Palestina Harap Pemerintah Baru Israel Lanjutkan Perundingan Damai
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengharapkan pemerintahan baru Israel nantinya akan memungkinkan dilanjutkannya perundingan damai untuk konflik Palestina dan Israel, yang terhenti selama beberapa tahun terakhir.
"Selama bertahun-tahun, kami telah mengulurkan tangan kepada pihak Israel demi mencapai perdamaian, agar Israel dan Palestina dapat hidup dalam keamanan, stabilitas, dan kedamaian," kata Abbas dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir AFP, Jumat (30/10/2026).
"Kami berharap, segera setelah pemerintahan baru Israel terbentuk, kita dapat memulai dialog bersama," ucap Abbas saat berbicara dalam pertemuan Presiden Siprus, Nikos Christodoulides, di Nikosia pada Kamis (28/10) waktu setempat.
- Houthi Bantah Luncurkan Drone ke Makkah: Kebohongan Besar!
Kelompok Houthi membantah telah menargetkan kota suci Makkah dalam serangan terbaru terhadap Arab Saudi, setelah Riyadh mengumumkan sebuah drone Houthi dicegat dan dihancurkan di wilayah tersebut. Houthi, yang didukung Iran ini, menyebut tuduhan Saudi tersebut sebagai "kebohongan besar".
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Jumat (30/10/2026), menegaskan bahwa kelompoknya "tidak melancarkan operasi apa pun hari Ini (Jumat, 30/10) yang menargetkan wilayah Saudi".
"Klaim musuh, Arab Saudi, mengenai pencegatan sebuah drone di wilayah udara di atas Makkah adalah kebohongan besar dan keterlaluan," sebut Saree dalam pernyataan via Telegram.
(nvc/nvc)