Jakarta, CNN Indonesia --
Bermula dari sebuah hobi Wahyu Andito Putro Wibisono menjadi sumber inspirasi sebagai penggerak bank sampah dan kreator konten olah sampah.
Warga RW 09 Cipinang Muara, Jakarta Timur ini menceritakan awal mula ia mengolah sampah di tahun 2014. Ia menyebut kebiasaan itu dimulai secara tidak sengaja.
"Itu lebih tepatnya hobi yang tereskalasi karena media sosial. Karena saya merasa terpanggil, terdorong untuk mengolah sampah organik saya sendiri karena saya malas untuk membersihkan tempat sampah saya," kata Andito, Selasa (3/11) di kediamannya.
Andito merupakan salah satu finalis Pilah Olah Sampah Heroes 2026 yang digelar Pemprov DKI Jakarta.
Andito mengatakana rasa malas itu lalu terganti dengan rasa terganggu akibat bau yang muncul dari percampuran berbagai jenis sampah, termasuk sampah organik. Ia pun akhirnya terdorong untuk mencoba memilah dan mengolah sampah secara mandiri.
Saat itu, Andito juga terdorong untuk membagikan ceritanya di media sosial dengan membagikan info dan mengunggah aktivitas pengolahannya.
"Ternyata bermunculan teman-teman, lingkaran-lingkaran yang ingin ikut belajar, yang kemudian bertanya, di situlah saya kemudian mengoptimalkan media sosial," ucapnya.
Salah satu akun media sosial Andito, yakni YouTube @rumahhijaunet, kini sudah ditonton lebih dari satu juta kali dan memiliki sekitar sembilan ribu pengikut. Akun tersebut menjadi wadah Andito dalam membagikan informasi terkait pengolahan sampah hingga urban farming.
Tak hanya di media sosial, ia pun akhirnya kerap menjadi pembicara dan akhirnya diajak untuk turun langsung dalam kegiatan pengolahan sampah di lingkungan tempat tinggalnya.
"Dipanggil untuk edukasi di sini, edukasi di sana, dan ternyata pihak RW memberikan perhatian dan akhirnya mulai tahun 2023 saya mulai diajak aktif dan saya dengan senang hati membantu di RW saya ini," ujar Andito.
Kegiatan pengolahan sampah di RW 09 Cipinang Muara sendiri hadir dalam bentuk Bank Sampah Griya Wartawan. Bank sampah ini Andito sebut telah diikuti oleh sebanyak 70 hingga 140 nasabah dan mampu mengumpulkan sebanyak 300-600 kg sampah non organik per bulan.
Selain itu, ada pula rumah maggot yang tersedia di dekat lokasi bank sampah. Fasilitas ini dapat digunakan warga untuk mengolah sampah organik mereka.
Walau menghadapi banyak kendala dalam operasionalnya, melihat adanya perubahan masyarakat dalam pengolahan sampah organik sudah menjadi prestasi tersendiri bagi Andito. Ia pun berharap dapat memperbaiki hasil dan sistem pencatatan sampah organik di tahun mendatang.
Ia juga berharap akan adanya dukungan pemerintah daerah dalam memberikan fasilitas kepada warga agar makin semangat dalam mengelola sampah, khususnya sampah organik.
Dengan adanya bantuan fasilitas tersebut, Andito percaya bahwa jumlah sampah di tingkat RW bahkan di tempat pembuangan akhir akan berkurang.
Andito merupakan salah satu peserta kategori penggerak dalam program Pilah Olah Sampah Heroes 2026. Program ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengapresiasi warga yang memiliki aksi nyata atau aktif mengajak warga lainnya agar peduli terhadap sampah.
Maka dari itu, Pemprov DKI melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) hendak mencari sosok yang konsisten dalam memilah dan mengolah sampah, memberi dampak, serta mampu menggerakkan orang lain di lingkungan sekitarnya.
(mou/sur)