BEIJING, iNews.id - Pemerintah China merespons permintaan maaf bintang sepak bola Kylian Mbappe terkait pernyataannya yang menyebut pendiri negara itu, Mao Zedong, sebagai diktator.
Pernyataan itu memicu reaksi keras pemerintah dan rakyat China. Beberapa perusahaan China, termasuk produsen minuman energi, juga menghentikan kerja sama dengan Mbappe.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Guo Jiakun mengatakan, pemerintahannya merespons permintaan maaf sang bintang Prancis itu dengan serius.