Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Awan Hujan Padati Langit Kalimantan dan Sumatera, Asa untuk Redam Karhutla

Hujan alami di Sumatera dan Kalimantan membawa harapan baru dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, BNPB optimalkan peluang ini.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Awan Hujan Padati Langit Kalimantan dan Sumatera, Asa untuk Redam Karhutla
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dan Kalimantan terpantau diselimuti oleh awan hujan dengan kuantitas yang signifikan.

Kehadiran awan hujan yang bertebaran ini dinilai berpotensi membawa curah hujan yang sangat dibutuhkan untuk memadamkan titik-titik api penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan pantauan citra inframerah satelit Himawari-9 hari ini, Senin (26/10) pukul 05.00 WIB, awan hujan menyebar di berbagai titik di kedua pulau tersebut, yang kini tengah menghadapi karhutla.

Fenomena atmosfer ini memunculkan harapan baru di tengah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah tersebut.

Sebaran Awan Konvektif Berdasarkan Citra Himawari-9

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), aktivitas awan signifikan terpantau merata di berbagai daerah.

Di Pulau Sumatera, sebaran awan konvektif mencakup wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, hingga Lampung.

Sementara itu di Pulau Kalimantan, aktivitas awan serupa terpantau jelas di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Selain dua pulau tersebut, sebaran awan konvektif terpantau pula di Jawa Timur serta hampir seluruh wilayah di Papua, meliputi Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

BNPB Optimalkan Hujan Alami untuk Atasi Karhutla

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan menuturkan, sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera terpantau mulai diguyur hujan sejak Minggu (25/10).

Kondisi cuaca basah ini dinilai sebagai momentum strategis bagi upaya penanggulangan karhutla.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.