JawaPos.com - Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas III sekolah dasar (SD). Dalam penerapannya akan mengutamakan keterampilan menyimak dan berbicara melalui lagu serta permainan, bukan langsung membebani siswa dengan pembelajaran tata bahasa.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan, pendekatan tersebut dipilih agar siswa lebih percaya diri menggunakan Bahasa Inggris sejak dini.
"Bahasa merupakan alat komunikasi. Karena itu, di kelas III, kami secara sengaja mengurangi penekanan pada tata bahasa dan lebih mengutamakan keterampilan menyimak, berbicara, lagu, permainan, serta membangun kepercayaan diri," ujarnya, Jumat (6/11).
Menurut Atip, pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD tidak semata-mata bertujuan membuat anak menguasai bahasa asing. Lebih dari itu, kemampuan tersebut diharapkan menjadi jendela bagi anak Indonesia untuk mengenal dunia.
"Tujuan kami sederhana, yaitu agar anak-anak mampu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dan menggunakannya sebagai jendela untuk mengenal dunia, ilmu pengetahuan, dan berbagai kesempatan," ungkapnya.
Namun, penerapan kebijakan tersebut masih menghadapi tantangan ketersediaan tenaga pengajar. Kemendikdasmen mencatat kebutuhan sekitar 150.000 guru Bahasa Inggris untuk sekolah dasar di seluruh Indonesia, dengan target satu guru untuk setiap sekolah.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah menargetkan penyiapan sekitar 10.000 guru SD sepanjang 2026 melalui program nasional yang turut melibatkan perguruan tinggi. Penyiapan tenaga pengajar akan dilakukan secara bertahap.
Kemendikdasmen juga bekerja sama dengan dinas pendidikan kabupaten untuk memetakan kebutuhan guru. Langkah ini dilakukan agar penempatan tenaga pengajar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.
Sementara itu, sekitar 58.000 SD dijadwalkan mulai menerapkan pembelajaran Bahasa Inggris pada tahun ajaran 2027.
Atip menegaskan, penyiapan guru tidak cukup hanya melalui pelatihan untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu dekat. Kemampuan mengajar Bahasa Inggris bagi siswa SD juga perlu dimasukkan ke dalam pendidikan calon guru dan pendidikan profesi guru.