LOMBOK, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai saham berbasis syariah memiliki daya tahan relatif lebih baik ketika pasar saham domestik mengalami tekanan. Hal ini didukung karakteristik saham syariah yang tidak mencakup emiten perbankan konvensional serta transaksi yang tidak menggunakan fasilitas margin berbasis bunga.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menjelaskan, tidak adanya emiten perbankan konvensional dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) membuat saham-saham dalam indeks tersebut relatif tidak terdampak langsung oleh koreksi yang terjadi pada sektor perbankan konvensional.
“Kalau kita lihat memang demikian, Pak, ya baik dari sisi produknya ya maupun dari sisi investornya, daya tahannya harusnya lebih baik yang di syariah,” kata Jeffrey dalam Capital Market Journalist Workshop Media Gathering 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat dikutip, Minggu (1/11/2026).