Harga emas dunia maupun logam mulia di dalam negeri mengalami tren penurunan dan cenderung tertekan dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu diproyeksi terjadi hingga akhir tahun ini.
Analis komoditas Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menjelaskan tren itu terjadi di antaranya karena beberapa sebab mulai harga minyak mentah yang masih berada di kisaran USD 100 per barel, kenaikan yield aset di AS sampai langkah Amerika Serikat (AS) yang kembali membuka peluang serangan terhadap Iran.
“Trump membuka peluang menyerang Iran kembali setelah pemilu sela AS. Serangan Houthi ke sekutu AS di Timur Tengah juga meningkatkan ketegangan dan potensi perang lanjutan di Timur Tengah yang merupakan produsen minyak mentah besar. Kondisi ini akan terus memberikan tekanan ke harga emas hingga akhir tahun,” kata Ariston kepada kumparan, Minggu (1/11).
Untuk emas dunia, Aristo memproyeksi harganya memang bisa tertekan hingga USD 3.600 per troy ons. Sementara untuk logam mulia di dalam negeri, Ariston melihat pelemahan atau tekanan masih bisa tertahan dengan melemahnya nilai tukar rupiah.
“Peluang tekanan ke arah USD 3.600 per troy ons dengan potensi rebound ke area USD 4.200 per troy ons. Harga emas antam mungkin turun ke area Rp 2,4 juta untuk 1 gram. Pelemahan rupiah bisa menahan harga logam mulia dalam rupiah tidak turun terlalu dalam,” ujarnya.
Selaras, analis komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan saat ini harga emas memang utamanya tertekan oleh situasi geopolitik. Di samping itu, faktor lain yang juga menekan harga emas adalah spekulasi bahwa suku bunga acuan di AS masih akan terus naik.
“Ini yang membuat harga minyak tinggi, inflasi tinggi, suku bunga tinggi, sehingga orang akan mengalihkan dananya dari emas ke dolar maupun yield obligasi,” kata Ibrahim.
Adapun untuk logam mulia dalam negeri, ia memproyeksikan fluktuasinya masih akan ada dalam kisaran Rp 2.390.000 sampai Rp 2.610.000 per gramnya.
Sebelumnya, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam bergerak fluktuatif sepanjang sepekan, mulai Senin (26/10) hingga Minggu (1/11) 2026. Kendati sempat mengalami kenaikan pada awal pekan, harga emas Antam secara keseluruhan tercatat mengalami penurunan.
Secara keseluruhan, harga emas Antam secara mingguan turun Rp 14.000 dari Rp 2.540.000 per gram menjadi Rp 2.526.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri24 turun Rp 24.000 dari Rp 2.467.000 per gram menjadi Rp 2.443.000 per gram.