Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Berawal Kritik UAH dan UAS Berujung, Konten Kreator Herri Pras Diajak Berkelahi Atlet MMA

Perselisihan tersebut berkaitan dengan pernyataan Herri Pras mengenai pembelaan terhadap sejumlah tokoh agama, termasuk Ustaz Abdul Somad (UAS), Ustad Adi Hidayat (UAH), dan Habib Umar bin Hafiz.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Berawal Kritik UAH dan UAS Berujung, Konten Kreator Herri Pras Diajak Berkelahi Atlet MMA
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Konten kreator, Herri Pras viral setelah rumahnya didatangi petarung MMA Yudi Cahyadi bersama sejumlah orang menyusul polemik tantangan duel yang disampaikannya di media sosial. 

Perselisihan tersebut berkaitan dengan pernyataan Herri Pras mengenai pembelaan terhadap sejumlah tokoh agama, termasuk Ustad Abdul Somad (UAS), Ustad Adi Hidayat (UAH), dan Habib Umar bin Hafiz. 

Dalam video yang beredar, Herri meminta pembuktian terlebih dahulu mengenai kapasitas tokoh-tokoh yang dibela sebelum pertarungan dilakukan.

Awal Mula Tantangan Duel

Polemik bermula dari pernyataan Herri Pras di media sosial yang kemudian direspons petarung MMA Yudi Cahyadi. Dalam video yang beredar, Yudi menyebut Herry dengan julukan Al-Kaburi atau tukang kabur.

Yudi juga menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak semestinya diselesaikan dengan menantang ulama bertarung. Menurutnya, kemampuan bertarung bukanlah keahlian yang seharusnya dituntut dari seorang ulama.

Herri membantah pernah menantang Habib Husein Abdul Somad untuk bertarung. Ia justru mempertanyakan kapan dirinya menyampaikan penolakan terhadap tantangan tersebut.

Herri Minta Pembuktian soal Ulama

Dalam pernyataannya, Herri mengaitkan tantangan duel dengan persoalan kredibilitas tokoh agama yang dibela pihak lawannya. Ia menyebut pembuktian mengenai kapasitas keilmuan para tokoh tersebut harus dilakukan sebelum pertarungan berlangsung.

Herri secara khusus menyinggung Habib Umar bin Hafiz. 

"Kita buktikan dulu bahwa Umar Hafiz benar-benar ahli hadis dan ahli Quran," ujarnya, dikutip Senin (2/11).

Video tersebut juga memuat cuplikan pernyataan UAH mengenai tawaran membiayai seseorang untuk mendatangi tempat Habib Umar guna melakukan penelitian secara menyeluruh.

Pernyataan itu kemudian dijadikan alasan oleh Herri untuk meminta pembuktian atas ucapan tersebut. Dalam videonya, Herri menekankan agar janji dan pernyataan yang telah disampaikan kepada publik tidak diingkari.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.