JAKARTA, iNews.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba bersih sebesar Rp16,1 triliun hingga kuartal III 2026, atau tumbuh 6,6 persen secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan laba tersebut dicapai di tengah tekanan margin industri perbankan dan kebutuhan pencadangan yang memadai.
Pendorong utama capaian tersebut adalah pencapaian laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) yang menembus Rp27,5 triliun, atau naik 11,6 persen YoY. Hasil ini tercatat sebagai rekor PPOP tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode kuartal ketiga.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan mengatakan, kinerja positif ini mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkualitas melalui penguatan fundamental serta penerapan prinsip kehati-hatian.