Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Bukan Cuma Soal Gizi, Abdul Mu'ti Ungkap Manfaat MBG di Sekolah

Mendikdasmen Abdul Muti menilai program MBG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi.

Liputan 6 3 menit baca 0 komentar
Bukan Cuma Soal Gizi, Abdul Mu'ti Ungkap Manfaat MBG di Sekolah
Foto: Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga mendorong peningkatan kehadiran siswa di sekolah.

"Ada banyak penelitian Pak, kaitan antara MBG dengan tingkat kehadiran anak di sekolah. Jadi banyak anak yang berangkat ke sekolah itu karena akan makan sehat bergizi," kata Abdul Mu'ti. Dikutip dari Antara, Minggu (1/11/2026).

Hal itu disampaikan dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dia mengibaratkan daya tarik tersebut dengan kegiatan Jumat Berkah di masjid yang mendorong masyarakat datang untuk mendapatkan makanan. Namun berbeda dengan kegiatan yang berlangsung setiap Jumat, MBG dilaksanakan secara rutin pada hari sekolah.

"Itu saya kira mirip dengan banyak hadir ke masjid karena ada Jumat Berkah, kira-kira begitu. Tapi ini tiap hari, tidak setiap hari Jumat," ujar Abdul Mu'ti.

Menurutnya, manfaat MBG di lingkungan pendidikan diharapkan tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan gizi. Program ini juga diharapkan dapat mendukung semangat belajar siswa dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Selain mendorong kehadiran siswa, Mendikdasmen menilai Program MBG dapat menjadi sarana untuk menanamkan pendidikan karakter sejak dini.

Pelaksanaan MBG di sekolah dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan positif dalam keseharian siswa. Mulai dari mengantre dengan tertib, menjaga kebersihan, berdoa sebelum dan sesudah makan, hingga menghargai makanan yang disajikan.

"Kami mengambil banyak sekali panduan tentang bagaimana makan bergizi gratis ini menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai serta kebiasaan dalam diri anak-anak, contohnya bagaimana mereka antre, bagaimana mereka membiasakan hidup bersih," ujarnya.

Pembiasaan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten di sekolah.

Dengan demikian pelaksanaan MBG diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi siswa. Selain memperoleh makanan bergizi, anak-anak juga dapat belajar menerapkan perilaku positif yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan pendataan penerima MBG di lingkungan pendidikan telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Integrasi ini terus disempurnakan untuk memastikan penerima manfaat merupakan peserta didik yang terdata secara resmi dalam sistem pendidikan.

"Kemudian kerja sama pendataan yang selama ini sudah terintegrasi dengan Dapodik, dipastikan bahwa semua yang menerima adalah murid-murid yang memang resmi terdata dalam sistem kami dan memang terus kita sempurnakan," bebernya.

Sementara itu Kepala BGN Sudaryono mengapresiasi dukungan Kemendikdasmen dalam pelaksanaan MBG di satuan pendidikan. "Terima kasih atas dukungan dari Kementerian Dikdasmen, dukungan dari Pak Menteri," ucapnya.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendukung di sekolah, seperti pembangunan wastafel, pengalokasian waktu khusus untuk pelaksanaan MBG, serta penguatan edukasi gizi melalui kurikulum pendidikan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.